Sejarah Hari Ini : 9 Oktober 2012, Malala Yousafzai Ditembak Taliban

Sejumlah peristiwa bersejarah terjadi pada 9 Oktober salah satunya penembakan terhadap Malala Yousafzai, seoranga ktivis pendidikan.
SHARE
Sejarah Hari Ini : 9 Oktober 2012, Malala Yousafzai Ditembak Taliban
SOLOPOS.COM - Malala Yousafzai (wikipedia.org)

Solopos.com, SOLO — Pada 9 Oktober 2012, Malala Yousafzai ditembak di kepala dan leher dalam upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata Taliban ketika pulang dari sekolah. Malala sempat dirawat di Pakistan hingga kemudian diterbangkan ke Inggris untuk dirawat di rumah sakit di Birmingham.

Malala Yousafzai yang lahir 12 Juli 1997 adalah seorang siswi sekolah berkebangsaan Pakistan dan aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat dari provinsi Pakistan Khyber Pakhtunkhwa. Pada awal 2009, saat berumur 11 tahun, Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang kehidupan di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Peristiwa penembakan terhadap Malala Yousafzai menjadi salah satu kejadian bersejarah pada 9 Oktober.

Baca juga: Penyakit Misterius Akibatkan 24 Anak di India Demam hingga Meninggal

Selain penembakan terhadap Malala Yousafzai, masih banyak peristiwa bersejarah pada 9 Oktober yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 9 Oktober yang dihimpun Solopos.com dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

1238

Raja Aragon, James I, menaklukkan wilayah Valencia. Ia juga mengklaim sebagai Raja Valencia hingga akhir hayatnya pada 27 Juli 1276.

1264

Pasukan Kerajaan Kastilia mampu menguasai Kota Jerez di bagian selatan Spanyol. Kota tersebut sebelumnya telah menjadi wilayah kekuasaan pasukan muslim sejak 711.

1594

Pasukan Kerajaan Kandy di Sri Lanka berhasil mengalahkan pasukan Portugal di Danture, Kerajaan Kandy. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Kampanye Danture yang dilancarkan pasukan Portugal selama hampir tiga bulan.

Baca juga: Nobel 2021 untuk Penemuan Katalis Organik dan Reseptor Indra Peraba

1740

Kerusuhan antara orang keturunan Tionghoa dengan pasukan Hindia-Belanda yang dibantu pribumi meletus di kawasan dekat pelabuhan Batavia, Hindia-Belanda atau kini Jakarta, Indonesia. Kerusuhan itu dipicu turunnya harga gula yang diduga sebagai akibat dari permainan orang-orang keturunan Tionghoa. Kerusuhan yang kini dikenang dengan sebutan Geger Pacinan itu berlangsung selama 13 hari. Lebih dari 10.000 orang keturunan Tionghoa meninggal dunia akibat kerusuhan itu, sedangkan pasukan Hindia-Belanda kehilangan sekitar 500 tentaranya.

1806

Prusia mendeklarasikan perang terhadap Prancis lantaran takut Prancis akan kembali memiliki kekuatan di Eropa setelah mengalahkan Austria. Tindakan Prusia itu lantas memicu perang yang disebut dengan Perang Koalisi Keempat. Prusia bersama negara yang tergabung dalam Koalisi Keempat, yakni Rusia, Inggris, Saxony, Swedia, dan Sisilia kalah setelah berperang selama hampir setahun melawan Prancis dan sekutunya.

Baca juga: Gereja Tidak Mampu Tangani Kasus Pelecehan di Prancis, Paus Malu

1914

Pengepungan Antwerp yang dilancarkan pasukan Jerman di Antwerp, Belgia berakhir. Setelah hampir dua pekan melakukan pengepungan, pasukan Jerman berhasil menguasai Antwerp.

1934

Raja Yugoslavia Alexander I ditembak di Marseille, Prancis, hingga meninggal dunia. Pelaku penembakan itu adalah Vlado Chernozemski dari Bulgaria, anggota kelompok nasionalis ekstrem Makedonia-Kroasia yang menginginkan kemerdekaan dari Yugoslavia.

1940

Pasukan Jerman membombardir Kota London, Inggris di malam hari melalui serangan udara. Serangan itu merupakan bagian dari Pertempuran Britania di masa Perang Dunia II. Serangan Jerman itu menjadi salah satu yang terbesar di London selama Pertempuran Britania. Gereja termegah di London, Katedral St. Paul, mengalami beberapa kerusakan karena serangan itu.

1940

John Winston Lennon lahir di Liverpool, Inggris. Ia lantas dikenal luas sebagai musisi, penulis lagu, dan penyanyi yang pernah menggawangi band legendaris, The Beatles. Lennon berkarya bersama The Beatles dari 1960 hingga 1970. Setelah The Beatles bubar, John Lennon memulai kariernya sebagai penyanyi solo. Ia meninggal dunia pada 8 Desember 1980 setelah ditembak empat kali oleh Mark David Chapman, seorang penggemar The Beatles.

John Lennon. (Johnlennon.com)
John Lennon. (Johnlennon.com)

1950

Polisi di Goyang, Gyeonggi-do, Korea Selatan (Korsel) mulai membantai warga sipil yang dituding sebagai simpatisan Korea Utara (Korut). Pembantaian itu berlangsung selama 22 hari dan menewaskan lebih dari 150 warga sipil.

1967

Che Guevara dilaporkan dibunuh dalam pertempuran antara pasukan tentara dan gerilyawan di hutan Bolivia. Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh komandan Divisi Tentara Bolivia Kedelapan, Kolonel Joaquin Zenteno Anaya, mengatakan pemimpin gerilya yang berusia 39 tahun itu ditembak mati di dekat desa hutan Higueras, tenggara negara Bolivia. Ernesto “Che” Guevara yang lahir 14 Juni 1928 adalah seorang pejuang revolusi, dokter, penulis, pemimpin gerilyawan, diplomat, dan pakar teori militer asal Argentina yang berhaluan Marxis. Sebagai salah satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, wajahnya telah menjadi simbol perlawanan dalam gerakan kontra-kebudayaan dan dalam budaya populer.

2012

Malala Yousafzai ditembak di kepala dan leher dalam upaya pembunuhan oleh kelompok bersenjata Taliban ketika pulang di bus sekolah. Malala Yousafzai yang lahir 12 Juli 1997 adalah seorang siswi sekolah berkebangsaan Pakistan dan aktivis pendidikan dari kota Mingora di Distrik Swat dari provinsi Pakistan Khyber Pakhtunkhwa.

Pada awal 2009, saat berumur 11 tahun, Yousafzai menulis di blognya di bawah nama samaran untuk BBC secara mendetail tentang kehidupan di bawah pemerintahan Taliban, upaya mereka untuk menguasai lembah, dan pandangannya tentang mempromosikan pendidikan untuk anak perempuan.

Pimpinan Taliban, Adnan Rasheed, mengiriminya surat yang menjelaskan bahwa alasan penembakan adalah sikap kritisnya terhadap kelompok militan, bukan karena ia seorang penggiat pendidikan perempuan.

Pada tahun 2014, Malala yang berusia 17 tahun bersama Kailash Satyarthi mendapatkan hadiah Nobel untuk bidang perdamaian 2014 untuk perjuangan mereka melawan penindasan anak-anak dan pemuda serta untuk mendapatkan hak pendidikan bagi mereka.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago