Sejarah Hari Ini : 7 November 1983, Ruang Senat Amerika Serikat Dibom

Beragam peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada 7 November terangkum dalam Sejarah Hari Ini.
SHARE
Sejarah Hari Ini : 7 November 1983, Ruang Senat Amerika Serikat Dibom
SOLOPOS.COM - Gedung Capitol Amerika Serikat. (Bisnis-Bloomberg)

Solopos.com, SOLO — Pada 7 November 1983, sebuah bom diledakkan di gedung Senat Amerika Serikat (AS) oleh anggota kelompok yang mengaku sebagai Resistance Conspiracy atau Konspirasi Perlawanan sebagai protes atas keterlibatan militer AS di Grenada dan Lebanon. Bom meledak di ruang Senat AS yang berada di lantai dua sayap utara Gedung Capitol atau Parlemen Amerika sekitar pukul 22.58 waktu setempat.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan bom di gedung Senat AS namun kerugian ditaksir mencapai $250.000. Setelah melakukan penyelidikan selama lima tahun, agen federal menangkap enam anggota kelompok Resistance Conspiracy pada Mei 1988.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Peristiwa ledakna bom di gedung Senat AS itu merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 7 November, hari ke-311 (hari ke-312 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Baca juga: Jadi Buruan, Harta Karun Rp394 Triliun Diyakini Ada di Finlandia

Selain itu, masih banyak peristiwa bersejarah yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 7 November, yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

1861

Salah satu pertempuran antara pasukan Union dan pasukan Konfederasi di masa Perang Saudara Amerika Serikat (AS) meletus di kawasan Mississippi, Missouri, AS. Pertempuran tersebut berhasil dimenangi pasukan Union meski membawa tentara yang lebih sedikit. Pada akhir pertempuran, pasukan Konfederasi memilih angkat kaki dari wilayah Mississippi.

1914

Pasukan Jepang berhasil mengambil alih wilayah Teluk Klaochow dan Tsingtao dari kekuasaan Jerman. Sebelumnya, Jerman telah berkuasa di kawasan tersebut sejak 1891. Kini, kawasan tersebut merupakan bagian dari kekuasaan Tiongkok.

1917

Pemimpin Bolshevik, Vladimir Lenin, memimpin kudeta melawan Pemerintahan Sementara Rusia yang dipimpin Alexander Kerensky. Peristiwa itu sekaligus memulai Revolusi Bolshevik. Hingga kini, peristiwa tersebut selalu diperingati setiap tahunnya di Rusia.

Selokan yang dibuat pasukan Ottoman di Gaza selama bertempur dengan Inggris, November 1917. (Wikimedia.org)
Selokan yang dibuat pasukan Ottoman di Gaza selama bertempur dengan Inggris, November 1917. (Wikimedia.org)

1917

Pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Kesultanan Ottoman di Gaza, Palestina. Kekalahan dalam salah satu pertempuran di masa Perang Dunia I itu mengharuskan pasukan Kesultanan Ottoman angkat kaki dari Gaza. Namun demikian, kekalahan itu justru memicu Kesultanan Ottoman meletuskan beberapa pertempuran yang lebih lebih besar melawan Inggris.

Baca juga: Ngeri, Air Keran di AS Terkontaminasi Bahan Radioaktif & Pestisida

1918

Untuk kali pertama, Flu Spanyol diketahui mulai menyebar di kawasan Samoa. Akibatnya, hingga akhir 1918, virus tersebut telah membunuh sedikitnya 7.542 orang atau sekitar 20 persen populasi negara tersebut.

1941

Kapal medis milik Uni Soviet, Armenia, dibombardir oleh pesawat tempur milik Jerman. Kapal tersebut diserang saat mengevakuasi para pengungsi di Krimea. Serangan itu menyebabkan tenggelamnya Armenia dan ditaksir menewaskan 5.000 orang yang ikut tenggelam bersama kapal.

1956

Majelis Umum PBB menyerukan agar Inggris, Prancis, dan Israel menarik pasukan mereka dari Terusan Suez di Mesir. Seruan Majelis Umum PBB itu sekaligus mengakhiri Krisis Suez yang berlangsung selama sembilan hari.

1978

Rio Gavin Ferdinand lahir di Peckham, London, Inggris. Namanya lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang pernah membela klub besar di Inggris, Menchester United (MU), dari 2002 hingga 2014. Sebelum menyatakan pensiun dari dunia sepak bola, Ferdinand sempat membela Queens Park Rangers selama semusim.

Baca juga: Awas, Peningkatan Kasus Covid-19 di Eropa Warning untuk Seluruh Dunia

1983

Sebuah bom diledakkan di gedung Senat Amerika Serikat (AS) oleh anggota kelompok yang mengaku sebagai Resistance Conspiracy atau Konspirasi Perlawanan sebagai protes atas keterlibatan militer AS di Grenada dan Lebanon. Bom meledak di ruang Senat AS yang berada di lantai dua sayap utara Gedung Capitol atau Parlemen Amerika sekitar pukul 22.58 waktu setempat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ledakan bom di gedung Senat AS namun kerugian ditaksir mencapai $250.000.

1996

Mars Global Surveyor diluncurkan dari Cape Canaveral Amerika Serikat dengan roket Delta II yang mencapai Mars pada 11 September 1997. Misinya adalah untuk menyediakan survei planet Mars dengan mengirimkan kembali puluhan ribu gambar permukaan planet. Salah satu penemuan terpenting adalah foto dua kawah yang disebut Terra Sirenum dan Centauri Montes yang menunjukkan keberadaan air di Mars di beberapa titik antara 1999 dan 2001.

2004

Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang salah satu markas kelompok yang dianggap sebagai pemberontak di Fallujah, Irak. Serangan itu memicu pemerintahan sementara di Irak menetapkan keadaan darurat selama 60 hari.

2007

Pekka-Eric Auvinen seorang siswa di Sekolah Menengah Jokela, Finlandia, menembakkan pistol secara membabi buta hingga menewaskan sembilan siswa dan kepala sekolah sebelum mengarahkan pistol ke dirinya sendiri. Dia telah mengunggah video ke Youtube yang mengumumkan “pembantaian” beberapa jam sebelum penembakan dan profil sebelumnya telah memasukkan minat “seleksi alam dan kebencian terhadap kemanusiaan”.

2013

Senat Amerika Serikat mengesahkan Undang-Undang Non-Diskriminasi Ketenagakerjaan (ENDA). RUU itu akan membantu melarang diskriminasi gay dan transgender di tempat kerja.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago