Sejarah Hari Ini: 22 Januari Hari Lahir Garda Swiss Sri Paus

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 22 Januari.
SHARE
Sejarah Hari Ini: 22 Januari Hari Lahir Garda Swiss Sri Paus
SOLOPOS.COM - Garda Swiss Sri Paus. (Wikipedia.org)

Solopos.com, SOLO — Ketika Kardinal della Rovere menjadi Paus Julius II pada tahun 1503, ia meminta Dewan Swiss untuk menyediakan sebuah korps tetap berkekuatan 200 tentara bayaran Swiss untuk menjadi pengawalnya.

Pada bulan September 1505, kontingen pertama sejumlah 150 tentara memulai perjalanan menuju Roma. Mereka memasuki pintu gerbang Vatikan pada tanggal 22 Januari 1506 – tanggal yang dijadikan hari lahir Garda Swiss Sri Paus.

PromosiOrang Solo Suka Belanja Gadget di Tokopedia, Seller Untung 2 Kali Lipat

Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 22 Januari yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini:

613

Konstantinus III yang baru berusia delapan bulan dinobatkan sebagai kaisar muda di Kekaisaran Romawi Timur oleh ayahnya, Heraklius. Baru pada 641, ia diangkat sebagai kaisar Romawi Timur menggantikan ayahnya yang meninggal.

871

Pasukan Viking mengalahkan pasukan Kerajaan Saxon Barat di wilayah yang kini dikenal dengan nama Old Basing, Hampshire, Inggris. Kemenangan itu membuat wilayah kekuasaan Viking di Inggris semakin luas pada masa Invasi Viking di Inggris.

1506

Ketika Kardinal della Rovere menjadi Paus Julius II pada tahun 1503, ia meminta Dewan Swiss untuk menyediakan sebuah korps tetap berkekuatan 200 tentara bayaran Swiss untuk menjadi pengawalnya. Pada bulan September 1505, kontingen pertama sejumlah 150 tentara memulai perjalanan menuju Roma. Mereka memasuki pintu gerbang Vatikan pada tanggal 22 Januari 1506 – tanggal yang dijadikan hari lahir Garda Swiss Sri Paus.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 20 Januari 1968 Pertempuran Khe Sanh di Vietnam

1517

Kesultanan Ottoman di bawah Selim I berhasil menaklukkan seluruh wilayah kekuasaan Kesultanan Malmuk yang kini disebut Mesir. Keberhasilan Kesultanan Ottoman itu diraih setelah memenangi Pertempuran Ridaniya, pertemuran terakhir di masa Perang Ottoman-Malmuk. Kesultanan Malmuk kemudian dinyatakan runtuh setelah wilayahnya dikuasai Kesultanan Ottoman.

Gambaran Sheikh Imam-ud-din, gubernur Kashmir di bawah Kerajaan Sikh, bertempur saat Multan dikepung Inggris, 1848. (Wikimedia.org)
Gambaran Sheikh Imam-ud-din, gubernur Kashmir di bawah Kerajaan Sikh, bertempur saat Multan dikepung Inggris, 1848. (Wikimedia.org)

1849

Pasukan Inggris berhasil merebut wilayah Multan di Punjab, India dari tangan Kerajaan Sikh. Keberhasilan itu diraih setelah pasukan Inggris melakukan pengepungan sejak 19 April 1848 dan berakhir pada Januari 1849 .

Baca juga: Jadi Ikon Paris, Pembangunan Menara Eiffel di Paris Pernah Dikritik

1879

Pasukan Kerajaan Zulu berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Inggris di wilayah yang kini disebut Isandlwana, Afrika Selatan (Afsel). Dalam salah satu pertempuran di masa Perang Inggris-Zulu itu, 52 perwira militer, 800 prajurit, dan 477 orang dari kubu Inggris tewas. Sedangkan Kerajaan Zulu kehilangan sekitar 1.000 tentaranya.

1941

Pasukan Inggris berhasil merebut Kota Tobruk di Libya dari cengkeraman Italia. Peristiwa itu merupakan salah satu kemenangan Inggris dalam Operasi Kompas yang dilancarkan di wilayah Mesir dan Libya demi mengusir pasukan Italia.

1944

Pasukan Sekutu tiba di wilayah Anzio dan Nettuno di Italia untuk memulai Operasi Shingle. Tibanya pasukan Sekutu itu kemudian memicu pertempuran di Anzio yang berlangsung hingga 5 Juni 1944. Sekutu berhasil menjadi pemenang dalam pertempuran tersebut dan Operasi Shingle terhitung berhasil.

Qazi Muhammad. (Wikimedia.org)
Qazi Muhammad. (Wikimedia.org)

1946

Qazi Muhammad mendeklarasikan pendirian negara bernama Republik Mahabad di pusat Kota Mahabad, Chahar Cheragh. Qazi Muhammad lantas menjadi pemimpin di negara tersebut. Namun demikian, negara yang dideklarasikan di wilayah kekuasaan Dinasti Pahlavi Iran itu hanya bertahan sampai 31 Maret 1947 setelah para pemimpinnya dieksekusi mati oleh otoritas Iran.

Baca juga: Heroik! Warga Tonga Selamat dari Tsunami Seusai Berenang 27 Jam di Laut

1995

Serangan bom bunuh diri mendera wilayah Beit Lid, Israel. Serangan yang kini dikenang dengan sebutan Pembantaian Beit Lid itu menewaskan 20 tentara Israel dan dua warga sipil. Gerakan Jihad Palestina dituding sebagai pelaku bom bunuh diri itu. Serangan itu disebut-sebut sebagai serangan bom bunuh diri pertama yang dilakukan Gerakan Jihad Palestina di Israel.

2007

Serangan bom mendera pasar di Bab Al-Sharqi, Baghdad Tengah, Irak dan 88 orang dan melukai 160 lainnya. Serangan tersebut terjadi dua hari setelah dimulainya festival kaum Syiah. Namun demikian, otoritas setempat tak mengungkapkan pelaku dan motif serangan tersebut.

2019

Pada 22 Januari 2019, banjir yang disebabkan oleh hujan deras melanda provinsi Sulawesi Selatan. Setidaknya 79 orang tewas dan ribuan lainnya harus mengungsi. Kabupaten Gowa mengalami kerusakan yang paling parah, di mana sebagian besar korban tewas berasal dari wilayah ini.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago