Sejarah Hari Ini : 2 November 1949, Konferensi Meja Bundar Berakhir

Berakhirnya Konferensi Meja Bundar di Belanda merupakan salah satu peristiwa pada 2 November seperti terangkum pada Sejarah Hari Ini.
SHARE
Sejarah Hari Ini : 2 November 1949, Konferensi Meja Bundar Berakhir
SOLOPOS.COM - Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, pada 1949. ( Nationaal Archief via wikipedia)

Solopos.com, SOLO — Konferensi Meja Bundar/KMB atau Nederlands-Indonesische rondetafelconferentie yang berlangsung di Den Haag, Belanda, mulai 23 Agustus 1949 berakhir pada 2 November 1949. Pertemuan itu diikuti perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia.

Konferensi Meja Bundar berakhir dengan kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat. Sebelum konferensi ini, berlangsung tiga pertemuan tingkat tinggi antara Belanda dan Indonesia, yaitu Perjanjian Linggarjati (1947), Perjanjian Renville (1948), dan Perjanjian Roem-Royen (1949).

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Adapun isi perjanjian dalam Konferensi Meja Bundar sebagai berikut (dalam ejaan lama):

-Keradjaan Nederland menjerahkan kedaulatan atas Indonesia jang sepenuhnja kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersjarat lagi dan tidak dapat ditjabut, dan karena itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.
-Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada Konstitusinja; rantjangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Keradjaan Nederland.
-Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnja pada tanggal 30 Desember 1949

Baca juga: G20 Sepakat Mengatasi Kesenjangan Global Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan Konferensi Meja Bundar adalah satu dari sekian peristiwa penting yang terjadi pada 2 November, hari ke-306 (hari ke-307 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Selain berakhirnya Konferensi Meja Bundar, ada sejumlah peristiwa lain yang layak dikenang pada 2 November. Berikut rangkuman Sejarah Hari Ini, 2 November, yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org:

William Herschel. (Britannica.com)
William Herschel. (Britannica.com)

1790

Astronom asal Jerman, William Herschel, menemukan galaksi yang lantas dinamai NGC39. Galaksi berbentuk spiral ini ditemukan di dekat rasi bintang Andromeda. Sebelum menemukan galaksi tersebut, Herschel lebih dulu dikenal sebagai penemu Planet Uranus.

1914

Kekaisaran Rusia mendeklarasikan perang terhadap Kesultanan Ottoman pada Perang Dunia I. Perang itu akhirnya membuat perairan Dardanelles di Turki ditutup. Dardanelles merupakan perairan di sebelah barat laut Turki yang merupakan batas antara Eropa dan Asia.

1936

Stasiun televisi asal Inggris, BBC, meluncurkan layanan publik pertama di dunia dengan gambar beresolusi tinggi dari pemancar Alexandra Palace di London, Inggris. Saluran televisi BBC kemudian berganti nama menjadi BBC One.

1940

Serangan bom dahsyat dari Sekutu selama Perang Dunia II terjadi di beberapa tempat, seperti Jerman dan Yunani. Serangan bom itu ini sebut sebagai serangan paling brutal sepanjang sejarah Perang Dunia II.

1949

Konferensi Meja Bundar yang berlangsung di Den Haag, Belanda, berakhir. Pertemuan itu diikuti perwakilan Republik Indonesia, Belanda, dan BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg), yang mewakili berbagai negara yang diciptakan Belanda di kepulauan Indonesia. Konferensi Meja Bundar berakhir dengan kesediaan Belanda untuk menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat.

Baca juga: Menunggu Sejarah Wali Kota Muslim Pertama di Amerika Serikat

1953

Beberapa negara di Timur Tengah, seperti Suriah, Yordania, dan Lebanon, menolak kesepakatan dengan Israel terkait pengembangan Sungai Yordan. Penolakan itu dipicu ketidakmauan beberapa negara tersebut untuk berurusan dengan kaum Yahudi.

1964

Raja Arab Saudi, Saud bin Abdulaziz Al Suud, digulingkan dari takhtanya sebagai raja Arab Saudi oleh pihak keluarga. Ia lantas digantikan saudara tirinya, Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Kudeta ini terjadi lantaran perbedaan pendapat antara Raja Saud dengan pihak keluarga tentang pemerintahan dan dituding menggelapkan uang negara.

1965

Shahrukh Khan lahir di New Delhi, India. Kini, namanya dikenal sebagai salah satu aktor dan produser film terkenal. Sepanjang kariernya, Shahrukh Khan telah membintangi puluhan judul film yang laris manis di India dan beberapa negara lain. Kesuksesan itu membuatnya dijuluki sebagai King of Bollywood.

1973

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Gerald R. Ford, menyetujui keputusan penyelidikan terhadap Presiden Richard Nixon terkait Skandal Watergate. Pasalnya, beberapa pihak kala itu meyakini Nixon terlibat dalam skandal politik bersama sejumlah pejabat lainnya yang mengakibatkan krisis konstitusi. Pada akhirnya, Nixon mengundurkan diri dari jabatan presiden AS sebagai wujud tanggapan atas ruwetnya pemberitaan terkait skandal tersebut.

1990

Presiden Amerika Serikat (AS), George Bush, mengadakan pertemuan di Ohio untuk membicarakan rencana pengusiran Saddam Hussein dari Kuwait. Pasalnya, Saddam Hussein yang kala itu menjabat sebagai Presiden Irak telah mencaplok wilayah Kuwait dan menguasai sekitar 20% cadangan minyak dunia.

Siti Alya Husna alias Ellya Khadam. (Wikimedia.org)
Siti Alya Husna alias Ellya Khadam. (Wikimedia.org)

2009

Biduan musik Melayu legendaris, Siti Alya Husna atau yang lebih dikenal dengan nama Ellya Khadam, meninggal dunia di Bogor, Jawa Barat (Jabar). Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu dangdut populer di era 1950-an. Lagunya yang paling melejit adalah Boneka dari India dan Pergi Tanpa Pesan yang kemudian dinyanyikan ulang beberapa pedangdut Indonesia.

Baca juga: Siska, Anak Penjahit yang Sukses di Luar Negeri Tapi Tetap WNI

2019

Afridza Syach Munandar, pembalap motor asal Indonesia, meninggal dunia akibat kecelakaan fatal saat balapan Asia Talent Cup di Sirkuit Sepang, Malaysia. Lahir pada 13 Agustus 1999, Afridza dikenal berprestasi di ajang balap nasional dan Asia. Ia merupakan salah satu rider yang paling mencolok dalam Kejuaraan Nasional Oneprix Indonesia Motoprix 2019 dengan membela Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta.

Para pembalap motor dunia ikut berbelasungkawa atas kepergiannya, termasuk Maverick Vinales yang mempersembahkan kemenangannya di MotoGP Sepang 2019 untuk Afridza. Sebagai tanda penghormatan, pihak penyelenggara Asia Talent Cup memutuskan nomor 4 yang merupakan nomor start Afridza dipensiunkan dan tidak lagi diperkenankan dipakai pembalap lain.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago