Sejarah Hari Ini: 18 Mei 1998 Mahasiswa Kuasai Gedung DPR MPR

Terjadi beragam peristiwa bersejarah yang patut dikenang dari tahun ke tahun pada 18 Mei.
SHARE
Sejarah Hari Ini: 18 Mei 1998 Mahasiswa Kuasai Gedung DPR MPR
SOLOPOS.COM - Mahasiswa menduduki Gedung DPR MPR pada 18 Mei 1998. (indonesiaatmelbourne.unimelb.edu.au)

Solopos.com, SOLO — Pada 18 Mei 1998 ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhasil menerobos masuk ke Gedung DPR/MPR di Jakarta. Hal tersebut adalah kali pertama mahasiswa berhasil menduduki Gedung DPR/MPR.

Masih banyak peristiwa bersejarah pada 18 Mei yang dihimpun Solopos.com dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini:

PromosiCara Meningkatkan Omzet & Performa di Tokopedia, Enggak Sulit Kok!

Perang Era Napoleon
Pertempuran Austerlitz, salah satu pertempuran di masa Perang Era Napoleon. (Wikipedia.org)

1803     Inggris membatalkan perjanjian damai dengan Prancis yang disebut dengan Perjanjian Amiens sekaligus menyatakan perang terhadap Prancis. Peristiwa itu memicu Perang Era Napoleon yang melibatkan beberapa nagara lainnya di Eropa.

1804

Napoleon Bonaparte naik takhta menjadi kaisar di Prancis. Selama menjadi kaisar, Napoleon memiliki pengaruh besar terhadap persoalan-persoalan di Eropa selama lebih dari satu dekade, terutama dalam Perang Era Napoleon.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 17 Mei 1990 Keputusan WHO Soal Homoseksual

1896

Penobatan Nicholas II sebagai Tsar Rusia diwarnai kericuhan karena ramainya warga yang berdesakan untuk menonton penobatan Nicholas II di Lapangan Khodynka, Moskow. Peristiwa itu menewaskan 1.389 orang dan lantas dikenang dengan nama Tragedi Khodynka.

1940

Ekspedisi Energi 2022

Setelah berhasil menguasai Kota Brussels, Jerman terus berusaha menguasai semua kawasan di Belgia dengan menyerang Kota Antwerp. Presiden Amerika Serikat (AS) Franklin D. Roosevelt meminta produsen pesawat tempur di negaranya untuk meningkatkan produksi demi menghentikan keganasan Jerman dalam Perang Dunia II.

1974

India berhasil melaksanakan uji coba bom nuklir untuk kali pertama. Kebershasilan itu menjadikan India sebagai negara keenam yang memiliki kekuatan nuklir setelah Amerika Serikat (AS), Uni Soviet, Inggris, Tiongkok, dan Prancis.

Ledakan Gunung Saint Hellen di Washington, Amerika Serikat (AS), 1980. (Oregonlive.com)
Ledakan Gunung Saint Hellen di Washington, Amerika Serikat (AS), 1980. (Oregonlive.com)

1980

Gunung Saint Hellen di Washington, Amerika Serikat (AS) meletus dan memuntahkan lava setinggi 1.300 kaki dari mulut kawah. Peristiwa itu menewaskan sembilan orang dan 48 lainnya hilang. Letusan Gunung Saint Hellen juga menyebabkan hujan abu tebal di kawasan Washington yang menyebabkan beberapa kawasan di negara bagian tersebut tak terkena sinar matahari.

Baca juga: Kejagung Kembali Tahan Mafia Minyak Goreng, Ini Sosoknya

1981

Mahamadou Diarra lahir di Bamako, Mali. Ia lantas dikenal luas sebagai pemain sepak bola yang pernah membela klub besar di Spanyol, Real Madrid, selama lima tahun. Setelah kontraknya di klub Inggris, Fulham, habis pada 2013 lalu, Diarra belum lagi mendapatkan klub meski ia belum menyatakan gantung sepatu.

1991

Astronot wanita asal Inggris, Helen Sharman, meluncur ke luar angkasa menggunakan pesawat ulang-alik milik Uni Soviet, Soyuz TM-12. Terbangnya Sharman itu sekaligus menjadikan dirinya sebagai orang pertama asal Inggris yang berhasil mencapai luar angkasa.

1998

Pada ujung dari rangkaian demonstrasi besar-besaran di Indonesia, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhasil menerobos masuk ke Gedung DPR/MPR di Jakarta. Hal tersebut adalah kali pertama mahasiswa berhasil menduduki Gedung DPR/MPR.

Baca juga: Sejarah Hari Ini: 16 Mei 2010 China Raih Piala Thomas Kedelapan

2006

Perdana Menteri Italia yang baru terpilih, Romano Prodi, mencela keterlibatan pasukan Italia dalam perang di Irak. Selain itu, Prodi juga menyatakan segera menarik pasukannya dalam perang di Irak yang sudah melibatkan Italia sejak 2003.

2010

Pada 18 Mei 2010 di Kabul, Afganistan. 18 orang termasuk 5 pasukan berkebangsaan AS dan seorang pasukan berkebangsaan Kanada tewas dan 52 orang terluka ketika sebuah konvoi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO jadi target bom bunuh diri.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago