[ X ] CLOSE

Sejarah Hari Ini : 17 Oktober 1979, Nobel Perdamaian untuk Bunda Teresa

Penganugerahan Nobel Perdamaian untuk Bunda Teresa menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 17 Oktober.
Sejarah Hari Ini : 17 Oktober 1979, Nobel Perdamaian untuk Bunda Teresa
SOLOPOS.COM - Bunda Teresa. (catholicnewsagency.com-Marquette University)

Solopos.com, SOLO — Bunda Teresa mendapatkan Nobel Perdamaian pada 17 Oktober 1979. Biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India itu dikenal dunia karena pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin.

Selama lebih dari 47 tahun, Bunda Teresa yang lahir pada 26 Agustus 1910 melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, serta membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan berkembang ke negara lain.

Sebelum meninggal dunia pada 5 September 1997, dia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra, dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah.

Baca juga: Kekhawatiran Peraih Nobel Perdamaian Terkait Banjir Informasi di Medsos

Penganugerahan Nobel Perdamaian untuk Bunda Teresa merupakan salah satu peristiwa bersejarah pada 17 Oktober, hari ke-290 (hari ke-291 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Selain itu, masih banyak peristiwa bersejarah pada 17 Oktober yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 17 Oktober, yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com, Brainyhistory.com, dan Wikipedia.org:

1346

Pasukan Inggris berhasil mengalahkan pasukan Skotlandia dalam pertempuran di Neville’s Cross, sebelah barat Durham, Inggris. Raja Skotlandia David II lantas ditangkap pasukan Inggris dan dipenjara di Menara London selama 11 tahun.

Lukisan di Museum Topkapi, Istanbul, Turki yang menggambarkan Pertempuran Kosovo II. (Wikimedia.org)
Lukisan di Museum Topkapi, Istanbul, Turki yang menggambarkan Pertempuran Kosovo II. (Wikimedia.org)

1448

Pertempuran Kosovo II antara pasukan Kesultanan Ottoman dan pasukan Kerajaan Hungaria meletus di Kosovo, Serbia. Pertempuran tersebut berlangsung selama tiga hari dan berakhir dengan kemenangan pasukan Kesultanan Ottoman. Atas kemenangan itu, pasukan Ottoman berhasil mengamankan Konstantinopel dari upaya perebutan yang dilakukan musuh.

1800

Inggris mengambil alih kekuasaan di Pulau Curacao dari Belanda. Namun pada 1815, Belanda kembali berkuasa di pulau yang terletak di wilayah Karibia tersebut. Hingga kini, Pulau Curacao masih menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Belanda.

1912

Kerajaan Bulgaria, Kerajaan Yunani, dan Kerajaan Serbia mendeklarasikan perang terhadap Kesultanan Ottoman demi membantu Kerajaan Montenegro dalam Perang Balkan I di Semenanjung Balkan. Negara-negara yang melawan Kesultanan Ottoman itu lantas disebut Liga Balkan. Perang tersebut lantas berlangsung selama hampir delapan bulan dengan kemenangan Liga Balkan.

1933

Albert Einstein yang sedang melarikan diri dari kejaran Jerman Nazi, pindah ke Amerika Serikat.

1941

Untuk kali pertama di masa Perang Dunia II, kapal selam milik Jerman U-568 menyerang kapal perang milik Amerika Serikat (AS) USS Kearny di perairan Reykjavik, Islandia. Akibat serangan itu, 11 orang meninggal dunia, 22 orang terluka, dan kapal USS Kearny mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Sakit Infeksi Saluran Kemih, Bill Clinton Dirawat di RS

1941

Pasukan Jerman mengeksekusi mati semua pria di Desa Kerdyllia, Seres, Yunani. Selain itu, pasukan Jerman juga membumihanguskan permukiman di desa tersebut. Wilayah Seres lantas diduduki Jerman hingga 1944.

1943

Penampungan orang Yahudi di Sobibor, Polandia resmi ditutup. Penampungan itu difungsikan Jerman sejak 16 Mei 1942. Selama difungsikan, penampungan tersebut telah digunakan pasukan Jerman untuk mengeksekusi mati sekitar 200.000 hingga 250.000 orang Yahudi.

1947

Angkatan Udara Republik Indonesia melaksanakan Operasi Lintas Udara Pertama di Kalimantan.

1952

Peristiwa 17 Oktober di Jakarta, demonstrasi massa menuntut pembubaran Parlemen Indonesia yang dipicu konflik intern militer (APRI) dan partai-partai yang menajam, korupsi meluas dan keadaan keamanan Indonesia yang memburuk.

Mohammad Yamin. (Wikimedia.org)
Mohammad Yamin. (Wikimedia.org)

1962

Mohammad Yamin meninggal dunia pada usia 59 tahun di Jakarta. Yamin merupakan sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, dan ahli hukum yang dikenal luas sebagai salah satu pelopor sumpah pemuda. Selain itu, Yamin juga menyandang gelar pahlawan nasional.

1968

Sersan Dua Usman Jannatin dan Kopral Dua Harun Tohir dihukum gantung oleh otoritas Singapura lantaran mengebom Hong Kong and Shanghai Bank atau yang sekarang dikenal sebagai Mac Donald House pada 10 Maret 1965. Sebenarnya, dua anggota TNI itu ditugaskan untuk melakukan sabotase dengan mengebom rumah tenaga listrik, bukan bangunan yang ramai warga sipil. Sabotase itu merupakan salah satu tindakan TNI semasa konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia. Usman dan Harun lantas dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Baca juga: Atlet Lari Kenya Meninggal Ditikam, Suami Jadi Tersangka

1973

OPEC memulai embargo minyak atas sejumlah negara barat yang dianggap membantu Israel dalam perang melawan Suriah.

1979

Bunda Teresa dianugerahi Penghargaan Perdamaian Nobel. Biarawati berkewarganegaraan India itu dikenal dunia karena pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin. Selama lebih dari 47 tahun, Bunda Teresa yang lahir pada 26 Agustus 1910 melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, serta membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan berkembang ke negara lain.

1987

Hari Pembebasan Kemiskinan kali pertama diperingati di Paris, Prancis. Pada 1992, PBB lantas menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Pembebasan Kemiskinan Sedunia.

Baca juga: Indonesia Tolak Kehadiran Pemimpin Junta Myanmar di KTT ASEAN

1994

Perjanjian perdamaian antara Angola dan pemberontak UNITA.

1998

Ledakan pipa di Jesse, Nigeria, menewaskan 700 orang dengan api yang berkobar selama hampir seminggu. Diyakini bahwa ledakan itu disebabkan oleh penduduk kota setempat yang menyadap pipa untuk mencuri minyak. Tetapi karena api dan ledakan membakar setiap orang di dekatnya, alasan ledakan itu tidak pernah dijelaskan sepenuhnya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago