Sejarah Hari Ini : 17 November 1869, Terusan Suez Resmi Dibuka

Pembukaan Terusan Suez merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada 17 November seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini.
SHARE
Sejarah Hari Ini : 17 November 1869, Terusan Suez Resmi Dibuka
SOLOPOS.COM - Terusan Suez. (Wikipedia.org)

Solopos.com, SOLO — Pada 17 November 1869, Terusan Suez yang menghubungkan Laut Mediterania dan Laut Merah secara resmi dibuka. Terusan kapal sepanjang 163 km yang terletak di sebelah barat Semenanjung Sinai, Mesir, itu dibangun selama lebih dari 10 tahun.

Terusan Suez yang dibangun atas prakarsa insinyur Prancis, Ferdinand Vicomte de Lesseps, itu memungkinkan transportasi air dari Eropa ke Asia tanpa mengelilingi Afrika. Sebelum adanya kanal ini, beberapa transportasi dilakukan dengan cara mengosongkan kapal dan membawa barang-barangnya lewat darat antara Laut Tengah dan Laut Merah.

PromosiTop! Bos Tokopedia Masuk List Most Extraordinary Women Business Leader

Pembukaan Terusan Suez merupakan salah satu peristiwa bersejarah lain yang layak dikenang pada 17 November, hari ke-321 (hari ke-322 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian.

Baca juga: Sempat Menghilang, Putra Gaddafi Maju Jadi Capres Libya

Berikut rangkuman Sejarah Hari Ini, 17 November, yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org berikut:

1457

Syariful Hasyim secara resmi mendeklarasikan pendirian Kesultanan Sulu. Kesultanan Sulu memiliki kekuasaan di sebagian wilayah yang kini menjadi Filipina, Malaysia, dan sebagian Kalimantan Utara. Kesultanan tersebut lantas secara resmi dibubarkan pada 1917.

Lukisan karya Antonis Mor, 1554, yang menggambarkan sosok Mary I. (Wikimedia.org)
Lukisan karya Antonis Mor, 1554, yang menggambarkan sosok Mary I. (Wikimedia.org)

1558

Ratu Inggris, Mary I, meninggal dunia dan digantikan saudara tirinya, Elizabeth I. Sejumlah ahli sejarah menyatakan era kepemimpinan Elizabeth adalah masa keemasan bagi Kerajaan Inggris. Elizabeth I memimpin Inggris hingga akhir hayatnya pada 24 Maret 1603.

1796

Pasukan Prancis berhasil mengalahkan pasukan Habsburg di Arcole, Italia, setelah bertempur selama tiga hari. Pertempuran tersebut adalah salah satu dari sekian banyak pertempuran semasa Perang Revolusi Prancis.

1810

Swedia mendeklarasikan perang terhadap sekutunya, yakni Inggris. Deklarasi itu sekaligus memulai Perang Inggris-Swedia yang berlangsung hingga 18 Juli 1812. Uniknya, perang tersebut tak memicu pertempuran dan kapal Inggris masih bisa berlalu lalang di wilayah Swedia. Meski demikian, perang tersebut tetap diakhiri dengan perjanjian damai yang ditandatangani Inggris dan Swedia di Orebro, Swedia.

1820

Seorang pelaut asal Amerika Serikat (AS), Nathaniel Brown Palmer, tiba di salah satu semenanjung di Antartika bersama awak kapal yang ia pimpin. Peristiwa itu menjadikan namanya dikenang sebagai orang AS pertama yang tiba di Antartika. Semenanjung yang pertama ia pijak di Antartika itu lantas dinamai Semenanjung Palmer.

Baca juga: Vaksinasi Masif, WHO Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

1885

Pertempuran antara pasukan Bulgaria dan pasukan Serbia meletus di Slivnitsa, Bulgaria. Pertempuran di masa Perang Serbia-Bulgaria itu berlangsung selama tiga hari dan berakhir dengan kemenangan telak Bulgaria. Pertempuran itu merupakan penentu berakhirnya Perang Serbia-Bulgaria yang berlangsung 15 hari.

1869

Pembangunan Terusan Suez di sebelah barat Semenanjung Sinai, selesai dibangun. Terusan yang terletak di wilayah kekuasaan Mesir dan menghubungkan Laut Tengah dengan Laut Merah itu membutuhkan waktu pembangunan selama lebih dari 10 tahun. Dengan terusan tersebut, tranportasi air dari Eropa menuju Asia tak lagi mengelilingi Afrika.

1939

Sembilan mahasiswa di Ceko dieksekusi mati tentara Jerman karena menggaungkan gerakan anti-Nazi. Selain itu, semua Universitas di Ceko ditutup dan sekitar 1.200 mahasiswa dikirim ke penampungan. Sejak saat itu, 17 November diperingati sebagai Hari Mahasiswa Internasional di beberapa negara, terutama di Ceko.

dalai lama
Tenzin Gyatso atau Dalai Lama ke-14 (Christopher Michel via wikipedia)

1950

Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14, dinobatkan sebagai kepala negara Tibet saat berusia 15 tahun, di saat pendudukan daerah itu oleh pasukan Republik Rakyat Tiongkok. Setelah kekalahan gerakan perlawanan Tibet pada 1959, Tenzin Gyatso yang lahir 6 Juli 1935 mengungsi ke India dan mendirikan pemerintah Tibet di pengasingan. Ia pernah bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II sebanyak 9 kali di Vatikan dan berjumpa Bunda Teresa di India. Tenzin Gyatso merupakan Dalai Lama pertama yang mengunjungi dunia Barat. Pada 1989, ia menerima Penghargaan Perdamaian Nobel.

1970

Perwira Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Letnan William Laws Calley, mulai diadili karena dituduh telah melakukan pembantaian terhadap warga sipil di Desa Son My, Distrik Son Tinh, Vietnam Selatan pada masa Perang Vietnam, tepatnya 16 Maret 1968. Setelah serangkaian persidangan dan sempat dipenjara, Calley akhhirnya bebas pada 1974 karena dianggap tak bersalah. Meski demikian, ia lantas didepak dari Angkatan Darat AS.

1983

Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional (EZLN) atau Tentara Pembebasan Nasional Zapatista secara resmi didirikan di Meksiko. EZLN merupakan kelompok revolusioner bersenjata yang bermarkas di Chiapas, salah satu provinsi termiskin di Meksiko. Meski mengklaim sebagai kelompok revolusioner, EZLN tak bertujuan untuk merebut kekuasaan di Meksiko, melainkan hanya bertujuan untuk menciptakan ruang demokratis dimana pertentangan antarpandangan politik yang berbeda-beda bisa dibicarakan. Mereka ingin menunjukan kepada dunia bahwa ada cara lain untuk berpolitik, salah satunya bisa dilihat dari praktik kehidupan swadaya masyarakat adat yang mereka jalankan.

Baca juga: Teror Kalajengking di Mesir, 3 Orang Meninggal dan 450 Lainnya Terluka

1990

Sebuah bom di dalam softball meledak saat pertandingan bisbol AS Vs Cile di Cile, mengakibatkan seorang warga negara Kanada tewas dan dua orang lainnya terluka. Kejahatan ini diduga dilakukan oleh anggota Organisasi Pembebasan Palestina untuk menakut-nakuti Presiden Bush agar tidak berkunjung ke Cile pada bulan Desember di tahun tersebut.

1997

Kelompok ektremis menembaki sebuah bus wisata yang mengunjungi kuil Hatshepsut di Luxor, Mesir, menyebabkan 60 turis Swiss dan Jepang meninggal dunia. Setelah serangan itu, terjadi baku tembak selama dua jam dengan polisi di mana enam pria bersenjata tewas.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago