Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi

Sejarah Gunung Bibi atau Gunung Ijo yang dianggap sebagai pelindung warga dari erupsi Merapi.
SHARE
Sejarah Gunung Bibi di Boyolali, Disebut Pelindung Warga dari Letusan Merapi
SOLOPOS.COM - Gunung Bibi atau Gunung Ijo dilihat dari Kecamatan Selo, Boyolali, Jumat (2/12/2022). (Solopos.com/Nova Malinda).

Solopos.com, BOYOLALI — Gunung Bibi atau Gunung Ijo terletak di sebelah lereng timur Merapi, masuk dalam wilayah Kabupaten Boyolali.

Gunung Bibi disebut-sebut sebagai ibunda Gunung Merapi karena umurnya yang lebih tua dari Gunung Merapi.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

Gunung bibi juga disebut-sebut sebagai gunung pelindung bagi penduduk di sabuk timur merapi. Penduduk setempat meyakini letusan Gunung Merapi tidak akan mengarah ke timur berkat Gunung Bibi.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Gunung Bibi di Kabupaten Boyolali melindungi sebagian besar penduduk di Kecamatan Musuk, Tamansari, dan Cepogo.

Salah satu warga Desa Cluntang Kecamatan Musuk, Sumanto menceritakan Gunung Bibi dipercaya sebagai tembok pelindung dari amukan Gunung Merapi.

Baca juga: Meski Rusak, Warga Lereng Merapi Nekat Lewati Jembatan Gantung Jrakah Boyolali

“Tembok penghalang bila merapi erupsi, dan itu saya sudah melihat kenyataannya.. Karna bila tak ada gunung bibi tahun 2010 pasti tempat saya dah kayak tempate mbah Marijan,” kata dia.

Sumanto menceritakan, terdapat sebuah batu di puncak Gunung Bibi. Di puncak tersebut ada sebuah batu bernama watu bolong, kata Sumanto, batu tersebut menyerupai sebuah gua.

Penduduk setempat punya tradisi mengunjungi puncak Gunung Bibi tersebut setiap bulan Sura untuk meminta keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Yang saya tau setiap Bulan Sura mau ke Gunung Merapi tiap nyampe watu bolong masyarakat pasti berhenti di situ trus nyeyuwun [doa] sambil bakar kemenyan di situ,” kata dia.

Untuk tradisi di puncak Gunung Bibi, penduduk cukup membakar menyan dan memanjatkan doa.

Baca juga: Jadi Gunung Teraktif di Indonesia, Ini Jalur Pendakian Gunung Merapi

Sementara, tradisi sedekah Gunung Merapi oleh penduduk setempat dilakukan dengan membawa tumpeng jagung dan disedekahkan di Pasar Bubrah, setiap bulan Sura.

“Sedekah ya orang sini setiap bulan Sura kalau naik bawa tumpeng jagung tapi yang tumpeng jagung disedekahkan di Pasar Bubrah. Kalau di puncak Gunung Bibi [watu bolong] cuma bakar menyan dan berdoa,” terangnya.

Berdasarkan catatan yang dituliskan Muhammad Sholikhin dalam buku Gunung Bibi dan Perjalanan Kyai Ageng Rogosasi, Gunung Bibi berumur sekitar 700.000 tahun.

Sementara, Anaknya, Gunung Merapi diperkirakan berusia 400.000 tahun saat ini.

Dalam tulisan itu, Gunung Bibi dijelaskan menjadi warisan gunung purba. Gunung Bibi dikatakan berusia paling tua dari tiga gunung yang mengapit Gunung Merapi.

Baca juga: Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi

Tiga gunung tersebut bernama Gunung Wutah di sebelah selatan Merapi, Gunung Turgo di sebelah barat Merapi, dan Gunung Gebyok Ageng di sebelah utara Merapi.

Gunung Bibi merupakan anugerah bagi penduduk setempat karena kekayaan alam yang dimiliki masih asri. Menurut pengakuan warga Desa Mriyan Kecamatan Musuk, Widiyanta, Gunung Bibi menjadi rumah bagi beragam jenis flora dan fauna, serta masih terjaga keasriannya.

“Tempat tinggal satwa dilindung dan lingkungannya masih asri sampai saat ini,”jelasnya pada Solopos.com, Kamis (1/12/2022).

Selain lingkungan yang masih terjaga, Gunung Bibi punya air terjun menawan bernama Songgobumi. Akses menuju air terjun tersebut melewati Desa Mriyan Kecamatan Tamansari, desa paling dekat dengan Gunung Bibi, sekitar dua kilometer.

Baca juga: 12 Tahun Berlalu, Jembatan Darurat di Selo Boyolali Ini Belum Juga Diganti

Solopos Stories

Widiyanta mengakui, Gunung Bibi memberikan pengayoman kepada penduduk karena kekayaan alamnya bisa dimanfaatkan dengan sukarela. Penduduk sekitar memanfaatkan kaki Gunung Bibi setiap hari untuk kegiatan bertani.

“Sebagai mata pencaharian, karena masyarakat sekitar ya bertani di kaki Gunung Bibi,” kata dia.

 



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode