Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sejarah Bakso Wonogiri Ternyata Awalnya dari Solo

Sejarah bakso Wonogiri yang terkenal kelezatannya ternyata berkaitan erat dengan Kota Solo, Jawa Tengah.
SHARE
Sejarah Bakso Wonogiri Ternyata Awalnya dari Solo
SOLOPOS.COM - Ilustrasi bakso. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)

Solopos.com, WONOGIRI – Bakso Solo maupun Wonogiri sangat terkenal di dunia kuliner Indonesia. Kedua olahan daging ini dapat ditemukan dengan mudah di berbagai daerah, termasuk di luar Pulau Jawa.

Kedua bakso ini sebenarnya hampir mirip secara rasa maupun penyajian. Apakah Anda mengetahui letak perbedaannya?

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Sebelum mengulas tentang perbedaan bakso Solo dan Wonogiri, tahukah Anda dari mana asal maakanan ini? Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (27/3/2021), bakso merupakan makanan berbentuk bola-bola daging yang diyakini berasal China. Awalnya makanan ini dibuat dari daging babi yang dibentuk bulat-bulat.

Baca juga: 5 Kuliner Legendaris & Lezat di Sukoharjo

Sejarawan dari Universitas Sanata Dharma, Heri Priyatmoko, menceritakan Solo merupakan kota dinamis dan surga kuliner. Di sana banyak warung-warung Tionghoa menjajakan kuliner oriental salah satunya bakso. Di warung itulah, kaum boro khususnya dari Wonogiri bekerja sekaligus mempelajari resep membuat bakso di Solo. Setelah mahir memasak, mereka pulang dan bikin sendiri di kampung halamannya.

“Mereka berdiri sendiri bukan buka warung melainkan gerobak yang keliling dari kampung ke kampung. Setelah itu, bakso akrab dengan penjual dari Wonogiri,” ujar dia kepada Solopos.com 22 Oktober 2019.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca juga: Omah Watu di Wonogiri Jadi Lokasi Wisata

Dikonsumsi Warga Tionghoa

Awalnya, bakso dibuat untuk dikonsumsi warga Tionghoa. Bakso yang terbuat dari daging babi itu lantas dibikin variasi dengan daging sapi agar komunitas muslim bisa turut menikmatinya.

Kebetulan juga di Solo pada saat itu ada pasokan daging sapi yang tak pernah putus yakni adanya rumah jagal (abatoar) di Jagalan. Abatoar dibangun pada era kolonial dengan Kasunanan guna memastikan pasokan daging sapi tidak terputus.

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Baca juga: Aneka Kuliner Pasar Gede Solo...

Mangkunegara VI juga membuka peternakan sapi di Wonogiri mengingat lahan luas dan potensi pakan yang besar. Maka tak heran jika Wonogiri menjadi salah satu daerah pemasok sapi di Jawa Tengah hingga terkenal dengan kuliner bakso.

“Di Wonogiri, ada pasaran untuk khusus sapi di Wuryantoro, Pracimantoro, Giriwoyo. Itu cukup menegaskan bahwa dunia satwa sapi bagi masyarakat Wonogiri sangat erat bukan hanya untuk masalah membajak, tapi rojokoyo itu dipahami sebagai tabungan,” tutur Heri.

 



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode