top ear
Ilustrasi meninggal dunia karena Covid-19  (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi meninggal dunia karena Covid-19 (Istimewa)

Sebulan, Empat Pasien Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal Dunia

Sebanyak empat orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan.
Diterbitkan Jumat, 25/09/2020 - 17:15 WIB
oleh Solopos.com/Aris Munandar
2 menit baca

Solopos.com,WONOGIRI -- Sebanyak empat orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan.

Fenomena itu menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Satuan Tugas Covid-19 Wonogiri. Lantaran itu, pada Kamis (24/9/2020), Satgas mengadakan rapat koordinasi menyikapi fenomena kematian pasien Covid-19 di Wonogiri.

Hingga Jumat (25/9/2020), jumlah kematian akibat Covid-19 di Wonogiri mencapai sembilan orang. Adapun jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 228 orang, dengan kasus aktif sebanyak 22 orang. Sisanya sudah dinyatakan sembuh.

Cawabup Sukoharjo Wiwaha Aji Santosa Punya Harta Rp46 Juta, Tanah Dan Bangunan Nol

Dengan data kasus meninggal dunia tersebut, maka tingkat kematian pasien positif Covid-19 di Wonogiri mencapai 3,9 persen.

Ketua Satgas Covid-19 Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek), mengatakan empat orang yang meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan itu mempunyai gejala klinis yang hampir sama, yakni pengentalan darah.

"Biasanya kan memang yang meninggal itu mempunyai penyakit penyerta, seperti hipertensi, jantung diabetes dan lain-lain. Empat pasien itu memang gejala komorbidnya beda, namun hampir semua mengalami gejala pengentalan darah," kata dia kepada wartawan di kantor DPRD Wonogiri, Jumat (25/9/2020).

Langgar Protokol Kesehatan, Maskapai Bisa Didenda Rp25 Juta-Rp300 Juta

Pengentalan Darah Tak Lazim

Atas penemuan itu, Jekek memerintahkan Direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri mengonsultasikan fenomena tersebut ke pemerintah provinsi dan pusat.

"Kami menganggap penemuan itu tidak lazim. Dan yang tahu apa penyebabnya dan bagaimana penanganannya, apakah fenomena itu juga dialami daerah lain harus dipertanyakan. Karena ini ranah medis, tentunya yang mengetahui tenaga kesehatan penyebabnya tenaga medis," ungkap dia.

Sembari menunggu hasil konsultasi terkait gejala medis pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia, saat ini Pemkab bersiap menambah fasilitas alat-alat kesehatan di RSUD Wonogiri. "Anggaran sudah kami siapkan sebagai langkah antisipasi," ujar dia.

PSHT, PSH Winongo, Ini 11 Perguruan Silat Peserta Kejuaraan Pencak Silat Wonogiri

Sementara itu, penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Wonogiri akhir-akhir ini didominasi oleh klaster perjalanan dari kota-kota besar. "Pulang ke Wonogiri mengalami batuk-batuk, begitu dicek ternyata positif Covid-19," kata dia.

Menurut Jekek, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah DKI Jakarta beberapa lalu memicu peningkatan jumlah warga yang pulang kampung.

Mereka diduga terpapar Covid-19 di perantauan atau di perjalanan. Pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia terakhir juga diduga tertular setelah perjalanan ke luar kota.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini