Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Seberangi Rel, Seorang Pengendara Motor di Grobogan Tersambar KA

Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api atau KA Joglosemarkerto di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer.
SHARE
Seberangi Rel, Seorang Pengendara Motor di Grobogan Tersambar KA
SOLOPOS.COM - Polisi dan petugas PT KAI memeriksa lokasi kejadian pengendara motor tertemper KA Joglosemarkerto, Jumat (22/4/2022) pagi. (Solopos.com/Polsek Geyer)

Solopos.com, PURWODADI — Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tersambar kereta api atau KA Joglosemarkerto di Desa Ledokdawan, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jumat (22/4/2022) pagi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, menyebutkan korban bernama Sutardiyanto, 62 tahun, warga Dusun Lebak, Kelurahan Ledokdawan, Kecamatan Geyer. Korban Menaiki sepeda motor berplat nomor K 4127 DP.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Sebelum kejadian, sekitar pukul 07.06 WIB warga sebenarnya sudah mengingatkan korban untuk tidak melewati perlintasan kereta api tanpa paling pintu dan penjaga. Warga mengingatkan karena mendengar suara kereta api.

Baca juga: Sidak di Lapas Purwodadi Grobogan, Petugas Gabungan Temukan “Pistol”

Namun korban entah mendengar atau tidak tetap saja menyeberang sehingga tertemper KA Joglosemarkerto dengan Lokomotif CC 2018326 di KM 62+4. Korban bersama sepeda motornya terpental dan meninggal di lokasi kejadian.

Pejabat Humas PT KAI Daops 4 Semarang, Krisbiyantoro kepada wartawan mengatakan kejadian pengendara tertemper KA sekira pukul 07.06 WIB berdasar laporan dari masinis KA Joglosemarkerto.

“Masinis sudah membunyikan semboyan 35 [klakson kereta api] berkali-kali, korban tidak mendengar hingga akhirnya tertemper KA. Menurut keterangan warga sekitar korban mengalami gangguan pendengaran,” jelasnya.

Baca juga: Bus Efisiensi Tabrak Bus Murni Jaya di Purworejo, Satu Orang Meninggal

Setelah kejadian tersebut masinis melaporkan ke petugas keamanan stasiun Gundih dan langsung mengamankan lokasi. Anggota Polsek Geyer yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan membawa jenazah korban ke Puskesmas Geyer.

Menurut Krisbiyanto di wilayah Daops 4 Semarang ada 96 perlintasan kereta, 46 di antaranya tidak ada penjagaan dan 14 lainnya perlintasan liar. Sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemkab Grobogan.

“Koordinasi dengan Pemkab Grobogan mengenai perlintasan tanpa penjagaan, agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

 

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode