[x] close
top ear
Pelayat memenuhi rumah duka remaja yang meninggal saat latihan silat di kampung Jamur, Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, Minggu (5/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)
  • SOLOPOS.COM
    Pelayat memenuhi rumah duka remaja yang meninggal saat latihan silat di kampung Jamur, Desa Trangsan, Gatak, Sukoharjo, Minggu (5/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Sebelum Meninggal Saat Latihan Silat, Remaja Gatak Sukoharjo Minta Dibuatkan Jus Daun Pepaya

Remaja asal Gatak, Sukoharjo, yang meninggal saat latihan silat pada Sabtu malam sempat minta dibuatkan jus daun pepaya sebelum berangkat.
Diterbitkan Minggu, 5/07/2020 - 16:36 WIB
oleh Solopos.com/Indah Septiyaning Wardani
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Remaja asal Trangsan, Gatak, Sukoharjo, FAS, 15, yang meninggal saat latihan silat, Sabtu (4/7/2020) malam, diketahui dalam keadaan sehat walafiat saat berangkat sehabis Magrib.

Remaja itu sangat antusias karena hari itu merupakan latihan silat pertama semenjak pandemi Covid-19 melanda Maret lalu. FAS bahkan sempat meminta dibuatkan jus daun pepaya yang biasa diminumnya saat hendak latihan silat.

Sementara itu, prosesi pemakaman FAS pada Minggu (5/7/2020) pukul 14.30 WIB berlangsung penuh haru. Puluhan pelayat tampak berdatangan ke rumah duka.

Pasien Positif Covid-19 Indonesia Tambah 1.607 Jadi 63.749 Kasus, Sembuh Capai 29.105 Orang

Kesedihan terlihat jelas di wajah keluarga remaja Gatak, Sukoharjo, yang meninggal saat latihan silat tersebut. Bahkan bibi FAS tak kuasa menahan kesedihannya hingga beberapa kali tak sadarkan diri.

Kerabat yang melayat ke rumah duka mencoba menenangkannya. Sedangkan ibu dan bapak FAS tidak terlihat di antara para pelayat.

Menurut penuturan paman FAS, Sutejo, 49, orang tua FAS masih shock atas meninggalnya putra pertama mereka. Mereka tak mengira Sabtu (4/7/2020) sore menjadi pertemuan terakhir dengan sang anak.

Sempat Ditutup, Tempat Praktik Dokter di Mandan Sukoharjo Kontak Erat Pasien Covid-19 Dibuka Lagi

"Habis Magrib berangkat latihan silat itu kondisinya sehat. Tidak sakit apa-apa, malah dikabari sudah di Puskesmas Gatak katanya jatuh saat latihan," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu.

Latihan Dihentikan Selama Pandemi Covid-19

Dia mengatakan keponakannya yang masih remaja dan meninggal saat latihan silat itu sudah lama menjadi anggota perguruan silat di Gatak, Sukoharjo. Namun selama pandemi Covid-19 latihan dihentikan.

Latihan baru mulai dilakukan untuk kali pertama pada Sabtu malam tersebut. Saking antusiasnya mengikuti latihan silat, FAS meminta dibuatkan jus daun pepaya kepada bibinya. Jus daun pepaya ini biasa diminum sebelum latihan silat.

Orang Tua Wajib Tahu, Ini Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak SD

"Dia memang dekat sekali dengan budenya. Waktu mau latihan sorenya minta dibuatkan jus daun pepaya. Makanya budenya sedih sekali kehilangan dia," tuturnya.

Keluarga tak mengira remaja itu akan meninggal dunia saat latihan silat di Gatak Sukoharjo. Apalagi saat mengikuti latihan, FAS dalam kondisi sehat. "Keluarga shock saat dikabari sudah di puskesmas Gatak. Saat keluarga ke sana kondisinya sudah meninggal dunia," katanya.

Dari keterangan petugas medis puskesmas, Sutejo mengatakan FAS sudah meninggal dunia saat tiba di puskesmas. Keluarga menerima kabar FAS meninggal dunia karena terjatuh saat latihan. Oleh keluarga, jenazah FAS dimakamkan di permakaman kampung dekat dengan kediamannya.


Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini