top ear
Kerangka mayat misterius ditemukan di tegalan Kelurahan Giriharjo, Puhpelem, Wonogiri, Sabtu (16/5/2020). (Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Kerangka mayat misterius ditemukan di tegalan Kelurahan Giriharjo, Puhpelem, Wonogiri, Sabtu (16/5/2020). (Istimewa)

Sebelum Menghilang Katyani "Mayat Tinggal Kerangka" di Wonogiri Jual Motor Suami

Polisi mengungkap fakta baru perihal Katyani, mayat tinggal kerangka yang ditemukan di jurang di Puhpelem, Wonogiri, 16 Mei 2020.
Diterbitkan Rabu, 5/08/2020 - 11:55 WIB
oleh Solopos.com/Aris Munandar
2 menit baca

Solopos.com,WONOGIRI -- Polisi mengungkap fakta baru perihal Katyani, mayat tinggal kerangka yang ditemukan di jurang di Kecamatan Puhpelem, Wonogiri, 16 Mei 2020.

Katyani diketahui sempat menjual sepeda motor sebelum menghilang. Motor tersebut adalah milik sang suami.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Ghala Rimba Doa Siraang, kepada wartawan di halaman Mapolres Wonogiri, Rabu (5/8/2020).

Identitas Terungkap, Mayat Tinggal Kerangka di Puhpelem Wonogiri Diduga Korban Tindak Kejahatan

Ghala mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan Katyani yang mayatnya ditemukan tinggal kerangka meninggalkan rumah pada 12 Februari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, wanita tersebut mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Korban yang beralamat di Dusun Siglonggong, RT 002/RW 007, Desa Sanan, Girimarto, Wonogiri tersebut sempat pamit kepada suaminya. Katyani mengaku akan menjenguk temannya di desa tetangga yang melahirkan.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 12.00 WIB, wanita yang mayatnya ditemukan tinggal kerangka itu menjual sepeda motor milik suaminya. Motor tersebut dijual di dealer motor bekas di Kecamatan Sidoharjo dengan harga Rp8,6 juta.

Megawati Mendadak Panggil Gibran ke Jakarta Siang Ini, Ada Apa?

Mayat Diduga Kuat Merupakan Korban Pembunuhan

"Setelah menjual sepeda motor korban tidak diketahui lagi keberadaanya dan pergi dengan siapa. Dan akhirnya ditemukan meninggal dunia," kata Ghala.

Ghala menambahkan Katyani diduga kuat meninggal karena dibunuh. Namun, bagaimana korban dibunuh dan siapa yang membunuh belum dapat dipastikan.

Darurat Sinyal, 20 Desa di Wonogiri Masuk Kategori Susah Sinyal Parah

Diberitakan sebelumnya, mayat tinggal kerangka ditemukan memakai sweater merah, berkudung, celana panjang jin, sepasang sarung tangan ungu, sisir merah muda, anting, dan cincin di Puhpelem Wonogiri. Mayat itu tergeletak di dasar jurang sedalam lebih kurang 20 meter dari bibir jurang.

Jarak bibir jurang dengan lokasi yang biasa diakses warga, yakni permakaman lebih kurang 100 meter. Jarak lokasi temuan dengan jalan yang biasa dilewati kendaraan lebih kurang 200 meter.

Kendaraan (mobil pribadi dan sepeda motor) bisa masuk ke arah lokasi temuan, tetapi hanya sampai permakaman. Penemuan itu memunculkan dugaan publik bahwa mayat merupakan korban pembunuhan.


Editor : Profile Tika Sekar Arum
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini