Kategori: Wonogiri

Sebelum Menghilang Katyani "Mayat Tinggal Kerangka" di Wonogiri Jual Motor Suami


Solopos.com/Aris Munandar,

Solopos.com,WONOGIRI -- Polisi mengungkap fakta baru perihal Katyani, mayat tinggal kerangka yang ditemukan di jurang di Kecamatan Puhpelem, Wonogiri, 16 Mei 2020.

Katyani diketahui sempat menjual sepeda motor sebelum menghilang. Motor tersebut adalah milik sang suami.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Wonogiri, Iptu Ghala Rimba Doa Siraang, kepada wartawan di halaman Mapolres Wonogiri, Rabu (5/8/2020).

Identitas Terungkap, Mayat Tinggal Kerangka di Puhpelem Wonogiri Diduga Korban Tindak Kejahatan

Ghala mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan Katyani yang mayatnya ditemukan tinggal kerangka meninggalkan rumah pada 12 Februari 2020 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, wanita tersebut mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Korban yang beralamat di Dusun Siglonggong, RT 002/RW 007, Desa Sanan, Girimarto, Wonogiri tersebut sempat pamit kepada suaminya. Katyani mengaku akan menjenguk temannya di desa tetangga yang melahirkan.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 12.00 WIB, wanita yang mayatnya ditemukan tinggal kerangka itu menjual sepeda motor milik suaminya. Motor tersebut dijual di dealer motor bekas di Kecamatan Sidoharjo dengan harga Rp8,6 juta.

Megawati Mendadak Panggil Gibran ke Jakarta Siang Ini, Ada Apa?

Mayat Diduga Kuat Merupakan Korban Pembunuhan

"Setelah menjual sepeda motor korban tidak diketahui lagi keberadaanya dan pergi dengan siapa. Dan akhirnya ditemukan meninggal dunia," kata Ghala.

Ghala menambahkan Katyani diduga kuat meninggal karena dibunuh. Namun, bagaimana korban dibunuh dan siapa yang membunuh belum dapat dipastikan.

Darurat Sinyal, 20 Desa di Wonogiri Masuk Kategori Susah Sinyal Parah

Diberitakan sebelumnya, mayat tinggal kerangka ditemukan memakai sweater merah, berkudung, celana panjang jin, sepasang sarung tangan ungu, sisir merah muda, anting, dan cincin di Puhpelem Wonogiri. Mayat itu tergeletak di dasar jurang sedalam lebih kurang 20 meter dari bibir jurang.

Jarak bibir jurang dengan lokasi yang biasa diakses warga, yakni permakaman lebih kurang 100 meter. Jarak lokasi temuan dengan jalan yang biasa dilewati kendaraan lebih kurang 200 meter.

Kendaraan (mobil pribadi dan sepeda motor) bisa masuk ke arah lokasi temuan, tetapi hanya sampai permakaman. Penemuan itu memunculkan dugaan publik bahwa mayat merupakan korban pembunuhan.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum

Berita Terkini

Diawali Ban Selip, Ini Kronologi Sopir Tewas Terlempar dari Mobil di JLS Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI – Kecelakaan maut terjadi di jalur lingkar selatan (JLS) Giritontro-Giriwoyo, Wonogiri, tepatnya di…

19 menit lalu

Sinyal Putus-Putus, Komunikasi Gibran dengan Warga Lewat Kotak Kampanye Virtual Terganggu

Solopos.com, SOLO – Perangkat virtual campaigne box atau kotak kampanye virtual yang diluncurkan tim pemenangan…

49 menit lalu

Braaakkk... Sopir Tewas Terlempar dari Mobil di JLS Wonogiri

Solopos.com, WONOGIRI – Seorang sopir meninggal dunia setelah terlempar dari mobil yang dikemudikannya mengalami kecelakaan…

1 jam lalu

Video Sejoli Mesum di Alun-Alun Sragen Viral, Ini Peringatan Satpol PP

Solopos.com, SRAGEN – Video rekaman sejoli berbuat mesum di Alun-Alun Sragen viral di media sosial.…

1 jam lalu

Pelaku Usaha Sekitar Proyek Flyover Purwosari Solo Ancang-Ancang Pindah

Solopos.com, SOLO -- Sejumlah pelaku usaha sekitar proyek pembangunan flyover Purwosari Solo mulai bersiap-siap mencari…

1 jam lalu

1 Rumah & 3 Kios di Pasar Klepu Ceper Klaten Ambyar Diterjang Puting Beliung

Solopos.com, KLATEN – Puting beliung melanda kawasan Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten, Sabtu (26/9/2020) siang. Akibat…

2 jam lalu