Sebelum Beli Kripto, Belajar Dulu 10 Istilah Berikut Ini

Mampu menghasilkan keuntungan berlipat dalam jangka waktu yang relatif singkat menjadi alasan utama mengapa investasi kripto begitu diminati.
Sebelum Beli Kripto, Belajar Dulu 10 Istilah Berikut Ini
SOLOPOS.COM - Ilustrasi uang kripto bitcoin. (Freepik)

Solopos.com, SOLO — Semakin hari, produk investasi yang beredar di pasaran semakin beragam. Salah satu instrumen investasi yang lahir dari kecanggihan teknologi adalah mata uang kripto.

Di sisi lain, proses berinvestasi pun turut dipermudah demi menarik minat masyarakat. Kini Anda bisa melakukan jual beli kripto di Pluang untuk transaksi yang lebih praktis dengan pilihan mata uang kripto yang beragam.

Mampu menghasilkan keuntungan berlipat dalam jangka waktu yang relatif singkat menjadi alasan utama mengapa investasi kripto begitu diminati. Meski begitu, sebagai investor yang cerdas, Anda harus menyadari bahwa tingginya keuntungan yang ditawarkan suatu produk investasi sebanding dengan tingginya risiko yang ada.

Masih tertarik untuk beli kripto sebagai aset investasi? Sebelum itu, cari tahu mengenai 10 istilah yang sering digunakan pada jual beli kripto berikut ini.

1. HODL

Istilah HODL sebenarnya merujuk pada kata “hold” atau “tahan” yang kemudian mendapatkan makna baru yaitu hold on for dear life. Dalam dunia cryptocurrency, HODL merupakan strategi yang membuat investor untuk mempertahankan aset yang ada tanpa buru-buru menjualnya, sekalipun harga aset sedang merosot. Orang yang melakukan HODL biasanya percaya bahwa harga aset akan kembali naik dan stabil di masa mendatang.

2. FOMO

FOMO merupakan singkatan dari Fear of Missing Out. Secara umum, FOMO diartikan sebagai luapan emosi yang ditandai dengan perasaan takut atau khawatir bila tidak mengikuti tren terkini.

Baca Juga: Nilai Transaksi Kripto di Indonesia Capai Rp478,5 Triliun, Produk Ini Paling Diminati

Sementara dalam urusan investasi kripto, FOMO merupakan fenomena ketika para investor berbondong-bondong membeli salah satu aset kripto karena takut kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan. FOMO inilah yang kemudian dapat memicu pergerakan parabola suatu nilai aset.

3. Bagholder

Mirip dengan pasar saham, istilah bagholder digunakan untuk menggambarkan investor yang gagal keluar ketika terjadi fenomena pump and dump. Akibatnya, pelaku investasi akan mengalami kerugian karena masih bertahan dengan aset kripto yang nilainya menurun.

4. Pump and Dump

Pump and dump merupakan salah satu strategi yang digunakan sekelompok trader kripto untuk memanipulasi sentimen pasar. Pump adalah upaya yang dilakukan oleh trader untuk menggiring trader/investor lainnya atas koin tertentu. Setelah koin tersebut mendapatkan banyak perhatian, nilainya akan meningkat. Inilah yang dimaksud dengan pump.

Sedangkan dump, dapat disebut sebagai efek negatif pump. Kenaikan harga pada suatu aset membuat investor beramai-ramai menjual asetnya demi mendapatkan keuntungan maksimal. Akibat banyaknya penawaran yang ada, harga koin pun menjadi jatuh atau dump.

5. Altcoin

Altcoin merupakan mata uang kripto yang diluncurkan setelah kesuksesan Bitcoin. Dengan kata lain, semua mata uang kripto selain Bitcoin bisa disebut sebagai altcoin. Salah satu altcoin yang mampu memicu pertumbuhan altcoin lainnya adalah Ethereum (ETH).

6. FUD

FUD adalah singkatan dari Fear, Uncertainly, and Doubt. Fenomena FUD sejatinya tak jauh berbeda dari Pump and Dump. Bedanya, FUD digunakan oleh sekelompok trader untuk menurunkan harga koin tertentu. Demi mencapai tujuannya, mereka akan menyebarkan informasi yang berisi kabar buruk agar menimbulkan kecemasan atau ketakutan investor saat beli kripto. Hal ini dilakukan supaya trader yang berkepentingan dapat mendapatkan koin incarannya dengan harga murah.

7. Mining

Mining diartikan sebagai proses menambang. Dalam kasus ini mining adalah proses menambang kepingan Bitcoin. Dalam praktiknya, seorang miner (sebutan untuk penambang) harus memecahkan sebuah persoalan matematika yang begitu rumit. Prosesnya pun terbilang sulit dan harus didukung oleh komputer super canggih.

Baca Juga: Capai Rp442,8 Triliun, Investasi Tetap Tumbuh di Masa Pandemi

8. Whale

Seseorang yang memiliki aset kripto dalam jumlah besar biasanya disebut sebagai whale. Para whale biasanya punya kemampuan untuk memengaruhi nilai suatu kripto di pasaran dengan hanya satu perdagangan.

9. To the Moon

To the moon adalah kondisi di mana suatu aset kripto memiliki tren positif dan harganya terus melonjak naik.

10. Cryptosis

Cryptosis membuat seseorang terus-menerus menyerap segala informasi mengenai aset kripto hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk beli kripto. Istilah ini juga sering disebut sebagai obsessive crypto disorder.

Baca Juga: Elon Musk Sebut Tesla Kini Dapat Dibeli dengan Pakai Bitcoin

Sama seperti produk investasi lainnya, Anda tidak boleh sembarangan dalam beli kripto. Sebelum memutuskan koin mana yang akan digunakan sebagai aset investasi, ada baiknya Anda belajar terlebih dahulu tentang 10 istilah dalam dunia cryptocurrency seperti di atas. Semoga membantu!

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago