Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sebelum Ada Jembatan Mojo, Warga Pakai Perahu Seberangi Bengawan Solo

Sebelum ada Jembatan Mojo, warga menyeberangi Sungai Bengawan Solo dari Pasar Kliwon, Solo, menuju Mojolaban, Sukoharjo, maupun sebaliknya menggunakan perahu.
SHARE
Sebelum Ada Jembatan Mojo, Warga Pakai Perahu Seberangi Bengawan Solo
SOLOPOS.COM - Pengendara kendaraan bermotor melintasi Jembatan Mojo, Solo, Rabu (18/5/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Sebelum ada Jembatan Mojo, warga mengandalkan perahu sebagai sarana penyeberangan melintasi Sungai Bengawan Solo dari Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, ke Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, maupun sebaliknya.

Perahu itu disebut berukuran lebih besar dibandingkan perahu yang dipakai untuk penyeberangan dari Beton, Sewu, Solo, ke Mojolaban. Perahu itu bisa menampung 10 sepeda motor.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Ada satu perahu besar. Itu bisa menampung motor 10, sepeda onthel 10, dan orang-orangnya,” kata budayawan Pasar Kliwon, Solo, KRT Joko Wiranto Adi Nagaro, saat diwawancarai Solopos.com, Selasa (7/6/2022).

Selaian itu, Joko Wiranto mengatakan sebelum ada Jembatan Mojo ada pula pengguna jalan yang melintasi Jembatan Jurug di Jebres, Solo. Namun, pengendara harus menempuh jarak lebih jauh dan biasanya hanya pengendara roda empat yang memilih jalur tersebut.

Bagi pengendara roda dua, lanjut Joko, mereka lebih memilih baik perahu penyeberangan. Perahunya lebih besar dari perahu yang dipakai penyeberangan di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Solo.

Baca Juga: Rehab Jembatan Mojo Solo Tak Bisa Ditunda, Ternyata Ini Alasannya

Dia mengatakan pernah ada kejadian perahu terbalik saat melakukan penyeberangan. Untungnya para penumpang bisa selamat. “Rata-rata mereka bisa berenang namun barangnya banyak yang tenggelam,” ungkapnya.

Menurut Joko, adanya sejumlah kejadian kecelakaan air itu lah yang ia duga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah membangun Jembatan Mojo di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Berdasarkan data dan catatan Solopos.com, Jembatan Mojo dibangun pada 1985.

Artinya saat ini usia jembatan tersebut sudah 36 tahun. Selama kurun waktu itu, lantai pada konstruksi jembatan itu belum pernah diganti. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pernah melakukan kajian kondisi Jembatan Mojo pada 2016-2017.

Baca Juga: Pertama Di Solo, Rehab Jembatan Mojo Pakai Sistem Panel Ortotropik Baja

Hasil kajian merekomendasikan agar lantai jembatan terebut segera diganti. DPUPR Solo sempat merencanakan penggantian lantai jembatan pada 2018 namun baru terealisasi tahun ini.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode