Sebelum 2024, Bupati Jekek Janjikan Motor Dinas Baru Bagi Kepala Desa

Sebelum 2024, Bupati Joko Sutopo akan membagi-bagikan motor dinas baru bagi seluruh kepala desa di Wonogiri
SHARE
Sebelum 2024, Bupati Jekek Janjikan Motor Dinas Baru Bagi Kepala Desa
SOLOPOS.COM - Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (berdiri di mimbar) saat memberi pengarahan kepada Kepala Desa dalam rangka Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintah Desa di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Kamis (23/6/2022). Acara tersebut dihadiri perwakilan 251 desa di Kabupaten Wonogiri. (Solopos/Luthfi Shobri Marzuqi)

Solopos.com, WONOGIRI–Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (Jekek), memastikan bakal mendistribusikan sepeda motor baru kepada kepala desa sebelum 2024.

Hal itu diungkapkannya di pengujung acara pengarahan menyoal penyelenggaraan pemerintah desa, yang dilaksanakan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kabupaten Wonogiri, Kamis (23/6/2022).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Pernyataan itu adalah jawaban atas harapan dari Kepala Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto, Purwanto, yang hadir pada kegiatan itu.

Surat untuk Bunda Selvi Gibran

Sebenarnya, sebelum berharap mendapat kendaraan dinas baru, Purwanto mengharapkan adanya tunjangan pensiun bagi kepala desa. Namun hal itu tak bisa langsung terpenuhi karena tersendat regulasi.

“Karena jelas gagal, kami ingin jawaban oleh-oleh yang ngayem-ngayemi dari Pak Bupati. Posisinya dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan masyarakat di tingkat desa. Karena kendaraan dinas sudah tidak layak dan itu tidak perlu payung hukum, sing penting di APBD [Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah] ada, tolong sebelum Pak Bupati purna tugas, agar dapat membeli kendaraan dinas buat desa,” harapnya.

Baca Juga: Libur Tahun Baru, Ratusan Kendaraan Dinas Pemkot Solo Dikandangkan

Penyampaian Purwanto sontak memeriahkan suasana di Pendapa Rumah Dinas Bupati Kabupaten Wonogiri.

Mayoritas peserta yang merupakan perwakilan 251 desa di Kabupaten Wonogiri, bertepuk tangan karena setuju sembari tertawa seusai mendengar harapan Purwanto.

Kendati demikian, harapan itu langsung dijawab Bupati Jekek.

Ia mengaku telah melakukan penghitungan anggaran. Untuk menganggarkan sepeda motor baru bagi kepala desa, kata dia, kira-kira membutuhkan anggaran senilai Rp7 miliar.

Ia memastikan pnganggaran sepeda motor dinas yang baru, bakal diadakan pada perencanaan APBD 2023 mendatang.

Baca Juga: Pemkab Wonogiri Genjot Capaian Vaksinasi Booster

“Sebelum 2024, saya pastikan sepeda motor kepala desa baru. Akan kami alokasikan APBD untuk sepeda motor untuk meningkatkan kinerja kepala desa yang lebih profesional,” ucap Jekek.

Saat menerangkan jawabannya, ia seringkali menyebut kata “Sebelum 2024”.

Dalam catatan Solopos.com, kata itu dikatakan Jekek sebanyak delapan kali.

Namun terkait seringnya menyebut kata “Sebelum 2024”, Solopos.com belum mendapat alasannya secara jelas. Meski demikian, Jekek menerangkan bahwa pengadaan sepeda motor dinas baru bagi kepala desa merupakan aspirasi yang sudah timbul sejak 2019.

Karenanya ia merasa yakin merencanakan anggaran yang dibutuhkan senilai Rp7 miliar.

Baca Juga: Pemkab Wonogiri Minta Petani Tak Lagi Andalkan Pupuk Subsidi, Kenapa?

“Aspirasinya 2019 akhir, karena usianya sudah 10 tahun lebih kendaraan dinasnya. Angkanya sudah oke, Rp7 miliar, udah akan kami realisasi kena Covid-19. Ditunda lagi dan sekarang muncul lagi. Kinerja yang paling berat itu kan stabilitas kamtibmas [keamanan dan ketertiban masyarakat], beliau-beliau [kepala desa/lurah] yang bertanggungjawab. Kami saat ini fokus di kepala desa,” jelasnya.

Mendengar jawaban Jekek, Kepala Desa Krandegan, Purwanto, mengaku puas.

Sebab selama ini ia mengaku butuh kendaraan dinas baru untuk menunjang kinerjanya sebagai kepala desa.

Saat ini, sepeda motor dinas yakni Honda Supra. “Saya menjabat kali pertama kira-kira 2006 kalau enggak salah. Sampai sekarang udah berapa tahun itu umurnya,” imbuh Purwanto saat ditemui wartawan seusai acara, Kamis.

Sepeda motor dinas yang baru ia nilai penting. Sebab, kondisi sepeda motornya saat ini dinilai sudah tak layak.

“Kalau kendaraan dinasnya loyo kami nanti saat ke lapangan kurang maksimal kinerjanya. Saya enggak minta kendaraan barunya berjenis apa, tapi yang penting pelat merah dan aset daerah,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago