Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Sebaran Kasus Terpetakan, Wonogiri Optimistis Menuju Zero Stunting

Pemkab Wonogiri mengaku telah memetakan sebaran kasus stunting secara termutakhir.
SHARE
Sebaran Kasus Terpetakan, Wonogiri Optimistis Menuju Zero Stunting
SOLOPOS.COM - Peserta tampak antusias mendengarkan paparan materi yang disampaikan narasumber dalam Rembuk Stunting di Kabupaten Wonogiri yang digelar di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (9/8/2022). (Solopos.com/Luthfi Shobri M)

Solopos.com, WONOGIRI — Pemkab Wonogiri mengaku telah memetakan sebaran kasus stunting secara termutakhir. Pemkab Wonogiri semakin optimistis dapat segera mewujudkan zero stunting di tahun 2024.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo alias Jekek, mengatakan sebanyak 222 anak mengalami stunting. Namun, 222 anak stunting tersebut berpeluang besar dapat disembuhkan.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

“Sebarannya di mana saja sudah terpetakan [222 anak stunting], mulai dari nama hingga alamatnya sudah dikantongi. Itu nanti diintervensi, dikeroyok bareng oleh tim. Banyak instrumen yang mempunyai peran. Capaian penurunan stunting di Kabupaten Wonogiri bisa dari 24% menjadi tinggal 12,85%. Berdasar data yang ada, kami optimistis zero stunting dapat tercapai pada 2024,” ujar Bupati Jekek, saat berbincang dengan wartawan di kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wonogiri, Selasa (9/8/2022).

Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Wonogiri, Setyo Sukarno, menambahkan, Pemkab menurunkan angka stunting melalui program intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Ada 22 program dan 25 kegiatan yang dilaksanakan oleh 14 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Wonogiri guna menurunkan angka stunting pada 2022.

“Rencananya, pada 2023, jumlah program dan kegiatan itu bertambah. Menjadi 32 program dan 40 kegiatan penurunan stunting,” ungkapnya.

Baca Juga: Dilantik, Papdesi Wonogiri Diharapkan Turut Entaskan Kemiskinan

Penambahan itu selaras dengan peningkatan APBD yang digunakan mengintervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Total anggaran yang digelontorkan menjalankan program tersebut di tahun 2022 senilai Rp54.782.905.932. Sedangkan tahun 2023, total anggaran yang bakal digelontorkan meningkat menjadi Rp56.490.635.000.

“Semoga impian zero stunting di Kabupaten Wonogiri dapat terwujud,” katanya.

Berdasar data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri, jumlah ibu hamil di Kabupaten Wonogiri mencapai 7.325 ibu selama kurun waktu Juli-awal Agustus 2022. Hingga Juli 2022, sebanyak 3.763 ibu hamil di antaranya sudah melahirkan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode