Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

SBF 2022, Memopulerkan Batik dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Solo Batik Fashion (SBF) ke-14 yang digelar tahun ini bukan hanya menjadi ajang untuk mengangkat batik Solo ke lingkup internasional.
SHARE
SBF 2022, Memopulerkan Batik dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
SOLOPOS.COM - All model dan ikon SBF 2022, tampil di panggung Pendapi Gede Balai Kota Solo, belum lama ini. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Solo Batik Fashion (SBF) ke-14 yang digelar tahun ini bukan hanya menjadi ajang untuk mengangkat batik Solo ke lingkup internasional. SBF 2022 juga menjadi ajang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat terutama sektor UMKM di Solo dan sekitarnya.

Diketahui, SBF tahun ini digelar mulai 1 Oktober hingga 5 Oktober. Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, SBF 2022 tampil lebih spektakuler dengan dua panggung utama yang berada di lokasi terpisah. Panggung pertama ada di Pendapi Gede Balai Kota Solo dan panggung kedua berada di Solo Paragon Lifestyle Mall.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Selama empat hari berjalan, di event SBF 2022 telah digelar berbagai kegiatan rangkaian untuk mendukung dan melestarikan batik dan kebudayaan. Bukan hanya menampilkan peragaan busana batik, pada ajang yang digelar di Pendapi Gede Balai Kota Solo juga digelar lomba noled batik, lomba cover dance batik, seminar tentang batik dalam pernikahan adat Jawa, hingga lomba tari anak nasional yang digelar pada Selasa (4/10/2022).

Sementara di Solo Paragon Lifestyle Mall telah diadakan loba putra putri batik, festival tari anak, dan lomba make up tema prewedding. Selain itu juga terdapat bazar makanan, bazar pakaian dan aksesori  untuk mendukung UMKM.

Baca Juga: Lilin Sawit Pertegas Batik Laweyan Kian Ramah Lingkungan

Hingga hari keempat, Selasa, sudah ditampilkan lebih dari 80 pertunjukan peragaan busana. Menurut Founder dan Ketua Umum SBF 2022, Owens Joe, SBF 2022 melibatkan sekitar 50 desainer.

Dimeriahkan oleh guest star desainer ternama dari dalam maupun luar negeri, antara lain Itang Yunasz dari Jakarta, Lia Afif dari Surabaya, Aam Kekean dan Cok Abi dari Denpasar, Tuty Adib dari Solo, Anuar Faizal dari Malaysia, Galiel Batika dari belanda dan Ji Hwan dari Korea.

Disebutkan, peragaan busana juga dimeriahkan dengan penampilan UKM, anak-anak, young desainer yang merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa dari Soloraya, fashion show dari kalangan Sosialita dan sebagainya.

Dengan banyaknya para desainer yang terlibat, termasuk dari luar negeri, dia berharap suatu saat SBF dapat mendunia. “Harapan kami, batik Solo semakin menggema, dari Solo untuk dunia,” kata Owens Joe saat membuka SBF ke-14, 1 Oktober lalu.

Baca Juga: Tak Cuma Jogokariyan Jogja, Peci Blangkon Batik Juga Ada di Tengaran Semarang

Sebelumnya, kepada wartawan, Owens mengatakan SBF diharapkan memiliki ruh yang kuat untuk di-branding menjadi event batik fashion terbesar di Indonesia. Dia juga berharap ke depan tempat-tempat pertunjukkan akan terus ditambah untuk lebih memeriahkan SBF. “Ini baru satu [mal], nantinya kami ingin lima mal di Solo untuk menyangga panggung utama atau venue show para desainer,” kata dia.

Dia berharap SBF menjadi event fashion batik bergengsi di Indonesia. Dengan begitu dapat menarik mata masyarakat pecinta batik Indonesia untuk datang ke Solo. “Untuk itu kami undang para desainer dari berbagai daerah baik nasional maupun luar negeri,” lanjut dia.

Di sisi lain, SBF 2022 juga memiliki peran untuk mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat Solo dan sekitarnya. Salah satunya dengan melibatkan UMKM di dalamnya.

Baca Juga: Mengulas Bisnis Waralaba Penatu di Solo, Layanan Kilat hingga Self Service

Melalui event tersebut, diharapkan pelaku UMKM akan lebih sadar dalam membangun branding produknya. Misalnya dengan rajin mengikuti pemeran hingga event-event pendukung lainnya.

Ketua Pelaksana SBF 2022, Reifatma Moigantara, mengatakan keterlibatan UMKM dalam ajang pemeran penting untuk mempromosikan produknya. Dia mengatakan pada rangkaian SBF 2022 juga ada kegiatan peragaan busana khusus untuk kalangan UMKM yang digelar di Solo Paragon Lifestyle Mall.

“Ini juga untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi UMKM untuk mengembangkan produknya. Untuk Solo, SBF ini untuk apa? Tentu untuk membuat batik memiliki nilai lebih. Mengangkat batik menjadi tren,” kata dia saat ditemui, Selasa (4/10/2022).

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode