“Sayang, GOR Megah Tapi Tak Punya Tim”

“Sayang, GOR Megah Tapi Tak Punya Tim”
SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

GOR Sritex Arena (dok)Ironi. Begitulah kata yang tepat untuk menggambarkan  nasib basket di Kota Solo. Ketika tim-tim dari penjuru Tanah Air saling berlomba memperebutkan kemenangan dalam Seri II  Flexi National Basket League (NBL) 2012 selama sepekan ini, sebagai tuan rumah Solo tak memiliki wakilnya.

Keagungan Bhinneka Solo di kancah liga basket tertinggi di Indonesia, hanya menyisakan kenangan manis bagi masyarakat setempat. Kini, pemain-pemain Bhinneka pun bertebaran ke berbagai klub hebat Tanah Air. Sejak Bhinneka Solo hilang dari peredaran sekitar pertengahan 2009, pemain-pemain Bhinneka sebagian besar hijrah ke Stadium Jakarta. Sebut saja, Daniel Iskandar, Dino Leonardo, Anton Sujarwo dan Randolph Ariestedes. Hingga kini, mereka masih setia di klub yang bercokol di Ibu Kota tersebut.

Sedangkan Rachmad Febri Utomo yang  telah lebih dulu meninggalkan Bhinneka pada 2008, kini menjadi andalan CLS Knights Surabaya. Begitu pula dengan Pek King Dhay. Mantan guard dan forward Bhinneka tersebut kini menjadi tumpuan pelatih Arturo Lozada Cristobal di Pasific Caesar.  Sedangkan Danny Harahap telah pensiun sebagai pemain dan masuk dalam jajaran ofisial, tepatnya sebagai manajer di Bimasakti Nikko Steel Malang. Sedangkan, idola publik Solo, I Made Sudiadnyana alias Lolik berhenti sejenak dari hiruk pikuk sebagai pemain NBL musim ini. Klub terakhir yang ia bela adalah Garuda Speedy Bandung.

Mantan guard Bhinneka yang sudah dua tahun terakhir membela Stadium Jakarta, Anton Sujarwo mengaku setiap pertandingan yang dilakoninya di Kota Solo, menjadi laga spesial. Di kota kelahirannya itu, Anton memiliki motiviasi lebih tinggi untuk membuktikan diri bermain apik sekaligus membawa tim yang dibelanya saat ini memetik kemenangan.

“Rumahnya di sini (Solo) tentunya sangat spesial. Sayang juga Bhinneka sudah bubar,” tukas Anton membuka perbincangannya dengan Solopos.com menjelang pertandingan Stadium Jakarta melawan Satria Muda Britama di Sritex Arena, Rabu (11/1/2012).

Secara blak-blakkan Anton mengaku memiliki harapan tinggi agar Kota Bengawan kembali memiliki tim basket yang hebat, sehebat Bhinneka di era 1990-an dan awal 2000-an. Tak ayal,apabila mimpi itu terwujud, ia tidak akan berpikir ulang untuk kembali ke kota kelahirannya.  Tanpa ragu-ragu, Anton mengaku pernah membujuk Halim Sugiarto, mantan Ketua Bhinneka Solo agar mau kembali mengurusi klub basket.

“Tapi semua itu tergantung Pak Halim juga. Saya selalu sowan. Juga dengan mantan pemain-pemain Bhinneka. Kami sering kumpul-kumpul kalau pas main di Solo. Biasanya di rumah saya, atau di hik, di mana saja,” ujar Anton dengan ramah.

Setali tiga uang dengan yang dirasakan Anton Sujarwo, Daniel Iskandar juga tidak bisa melupakan kegetirannya saat harus meninggalkan Bhinneka Solo. Dengan nada pesimistis, ia mengaku akan sulit bagi Solo untuk menciptakan klub basket baru.

“Harapan sih masih tetap ada. Tapi kondisinya dulu dengan sekarang memang beda. Cuma, sayang saja kalau GOR semegah ini tapi tak punya klub. Tim-tim yang dari Jakarta saja, mereka terkadang masih nyewa lapangan. Tapi kenapa dengan Solo malah tidak bisa punya tim?” celetuk Daniel.

(JIBI/SOLOPOS/Hanifah Kusumastuti)

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago