;

Satu Korban Longsor di Cijeruk Bogor Ditemukan, Begini Kronologinya

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban terakhir bencana alam tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, atas nama Eneng, 30.
SHARE
Satu Korban Longsor di Cijeruk Bogor Ditemukan, Begini Kronologinya
SOLOPOS.COM - Proses evakuasi jenazah Eneng (30), korban longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/5/2022). (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Solopos.com, BOGOR — Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban terakhir bencana alam tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eneng, 30.

Eneng menjadi korban terakhir yang ditemukan dari bencana alam tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Pogor, Cijeruk, Bogor. Bencana alam tanah longsor terjadi pada Sabtu (21/5/2022).

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Hujan deras yang terjadi pada Sabtu menyebabkan tanah longsor dan menghancurkan tiga rumah. Sebanyak tiga korban sudah ditemukan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

“Alhamdulillah sudah ditemukan atas nama Bu Eneng. Posisi agak terjepit motor ya. Ini memang korban terakhir atau korban keempat yang ditemukan pascakejadian kemarin,” ungkap Penata Bencana Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Muhammad Adam, seusai proses evakuasi seperti dilansir Antara, Minggu.

Eneng ditemukan pada Minggu sekitar pukul 13.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Adam menjelaskan posisi korban tertumpuk material longsoran di area teras rumahnya.

Baca Juga : Tim SAR Lanjutkan Pencarian Satu Korban Longsor di Cijeruk Bogor

“Kalau dari denah rumah yang kami dapat itu posisinya di depan, teras. Karena rumah tersebut menghadap tebing dan kondisinya terjepit motor,” kata Adam.

Petugas gabungan dan tim sukarelawan mengalami sejumlah kendala saat melakukan proses pencarian korban. Kendala yang dimaksud meliputi ketebalan tumpukan tanah mencapai 1-2 meter.

Selain itu, banyak bebatuan dari tembok penahan tanah itu roboh. “Setidaknya nanti akan kami adakan evaluasi bersama. Hal-hal lain terkait penanganan pascakejadian, ke depan akan dirapatkan dulu. Sebelumnya ada arahan dari pimpinan atau kepala daerah terkait kebijakan selanjutnya,” terang Adam.

Dengan demikian, sebanyak enam korban meninggal dunia akibat robohnya turap setinggi sekitar 6 meter itu. Korban meninggal yakni Duduh, 43, Uum, 70, Nafis, 4, dan Eneng, 30. Kemudian, korban selamat sebanyak lima orang, yaitu Hilman, Fitri, Adit, Abay, dan Ama.

Baca Juga : Pencarian Korban Longsor di Cijeruk Bogor, 3 Orang Ditemukan Meninggal

Camat Cijeruk, Bangun Septa, menyebutkan bahwa korban meninggal dunia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati Jakarta untuk keperluan visum.

“Dibawa ke Kramat Jati jadi untuk visum. Sebagai laporan awal untuk tindakan awal kepolisian. Ada permintaan dari keluarga untuk dilakukan visum,” terang Bangun.

Korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) wilayah Cijeruk setelah proses visum di RS Kramat Jati.

Seperti diketahui, bencana alam tanah longsor di Cijeruk Boyo itu terjadi pada Sabtu pukul 17.00 WIB. Akibat bencana itu dua rumah rusak berat dan dua rumah lainnya rusak ringan. Selain itu sembilan orang menjadi korban, yaitu empat orang meninggal dunia dan lima orang selamat.

Baca Juga : Tanah Tiba-Tiba Longsor Timpa Rumah, 4 Warga Tertimbun



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago