Satgas Covid-19 Puji Prestasi DKI Jakarta

Di tengah berisik dengungan buzzer yang menyudutkan kepala daerah DKI Jakarta, Satgas Covid-19 justru memuji prestasi Jakarta.
Satgas Covid-19 Puji Prestasi DKI Jakarta

Solopos.com, JAKARTA — Di tengah berisik dengungan buzzer yang mengusung dukungan politik yang menyudutkan kepala daerah DKI Jakarta, Satgas Covid-19 justru memuji prestasi Jakarta sebagai provinsi yang paling berhasil menurunkan angka kematian akibat serangan virus corona.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengemukakan DKI Jakarta mencatatkan prestasi menjadi provinsi di Pulau Jawa-Bali yang berhasil menurunkan angka kasus kematian akibat serangan virus corona secara signifikan, Rabu (21/7/2021). “DKI Jakarta per kemarin menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 268 menjadi 95 kematian dalam sehari,” kata Wiku saat menyampaikan keterangan kepada wartawan yang dipantau melalui aplikasi Zoom di Jakarta, Kamis (22/7/2021) sore.

Baca Juga: Australia Siap Bantu Indonesia Kirimkan 2,5 Juta Vaksin Astra Zeneca

Namun, Wiku menyayangkan tingkat kepatuhan menjaga jarak di 30% kelurahan DKI Jakarta masih relatif rendah. Meski mengekloitasi kekurangan Jakarta, nyatanya bukan hanya Jakarta yang mencatatkan kondisi semacam itu. “Di DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Banten lebih dari 30% desa atau kelurahannya tidak patuh menjaga jarak,” katanya.

Wiku mengatakan, angka kematian di Jawa-Bali masih cenderung mengalami peningkatan selama sepekan terakhir, sehingga patut dijadikan refleksi bagi perbaikan kinerja. “Terlebih sudah enam hari berturut-turut, angka kematian mencapai lebih dari 1.000 jiwa setiap harinya,” katanya.

Zonasi Risiko Terbanyak

Wiku mengatakan zonasi risiko tingkat kabupaten atau kota saat ini menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi Covid-19, yaitu 180 kabupaten dan kota. Zonasi ini didominasi kabupaten dan kota dari Provinsi Jawa Timur sebanyak 33 kabupaten/kota, Jawa Tengah 29 kabupaten/kota, dan Jawa Barat 21 kabupaten/kota.

Wiku menambahkan perkembangan yang sudah relatif membaik seperti kasus positif, kasus aktif, dan BOR harian yang menunjukkan penurunan, serta kesembuhan yang meningkat harus terus dipertahankan. Dengan begitu, kata Wiku, zonasi risiko wilayah yang saat ini berada di zona merah dapat segera membaik dan berpindah ke zona oranye dan zona kuning.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago