Satgas Covid-19: Jateng Bebas Zona Merah Jelang Larangan Mudik
Solopos.com|jateng

Satgas Covid-19: Jateng Bebas Zona Merah Jelang Larangan Mudik

Satgas Penanganan Covid-19 mengklaim Jateng tanpa zona merah menjelang diberlakukannya larangan mudik Lebaran 2021.

Solopos.com, SEMARANG — Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada pekan ini mengklaim seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah berada di zona oranye. Kabar tersebut ditebar Satgas Covid-19 menjelang diberlakukannya larangan mudik Lebaran 2021 untuk menunjukkan bahwa pada Ramadan 2021 ini tak ada zona merah atau wilayah dengan risiko penularan tinggi di Jateng.

Meskipun demikian, tren penambahan kasus terkonfirmasi harian di Jawa Tengah masih fluktuatif. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 12 April 2021, jumlah kasus Covid-19 secara kumulatif di Jawa Tengah mencapai 174.457 kasus atau 11,0 persen dari keseluruhan kasus terkonfirmasi nasional.

Puncak penambahan kasus terkonfirmasi harian di Jawa Tengah terjadi empat kali. Catatan waktu 29 November 2020 menjadi lonjakan kasus pertama di Jawa Tengah. Penambahan kasus harian pada saat itu mencapai 1.118 kasus baru. Lonjakan kedua dan ketiga terjadi pada bulan Januari, bertepatan dengan momentum libur Nataru. Pada 16 Januari lalu, terjadi 1.997 kasus baru. Sementara itu, pada tanggal 23 Januari, penambahan kasus harian mencapai 1.875 kasus.

Lonjakan jumlah kasus harian masih terus terjadi hingga bulan Februari, meskipun jumlahnya masih dibawah bulan sebelumnya, Pada tanggal 5 Februari, ada penambahan 1.884 kasus baru Covid-19 yang telah dikonfirmasi di Jawa Tengah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/4/2021), jumlah kasus Covid-19 secara kumulatif mencapai 179.338 kasus atau terjadi penambahan 1.055 kasus baru. Sebanyak 6.435 pasien telah dirawat dengan penambahan 624 pasien baru. Sementara itu, jumlah pasien sembuh mencapai 161.631 pasien.

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Kata Astrologi Jago Berimajinasi

Abdul Hakam, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dalam unggahannya di status Whatsapp-nya menunjukkan grafik hubungan antara momentum libur nasional dengan tren penambahan kasus harian. “Disiplin prokes ya lur, sedikit naik,” demikian imbauan yang ditulisnya dalam unggahan tersebut.

Dalam unggahan tertanggal 15 April 2021, Hakam mencatat ada enam momentum libur nasional yang cukup berpengaruh. Libur Nataru yang terjadi pada 24 Desember 2020-3 Januari 2021 menjadi momen paling berpengaruh dalam meningkatkan penambahan jumlah kasus harian.

Meskipun demikian, dalam grafik yang sama, terlihat bahwa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro menunjukkan penurunan jumlah kasus harian yang signifikan. Ujian PPKM Mikro itu tentu bakal diuji dengan keberhasilan larangan mudik Lebaran 2021.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago