[x] close
Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus  Selama Libur Lebaran
Solopos.com|soloraya

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Solopos.com, SUKOHARJO - Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo bakal mengevaluasi penambahan kasus Covid-19, angka kesembuhan atau recovery rate dan angka kematian pasien positif atau mortality rate selama libur Lebaran. Hal ini  guna mengintervensi penanganan pandemi Covid-19 pascalebaran.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran. Penambahan kasus Covid-19 baru ketahuan setelah libur Lebaran. "Evaluasi penanganan kasus Covid-19 setiap dua pekan. Nanti bisa terungkap apakah penambahan kasus Covid-19 signifikan atau tidak," kata dia, Jumat (14/5/2021).
Satgas tingkat kabupaten selalu berkoordinasi dengan satgas tingkat kecamatan dan desa jika muncul klaster baru.  Pelaksanaan upaya tracing, testing, dan treatment untuk kontak erat pasien positif. Hal ini untuk memutus transmisi penularan pandemi Covid-19.
Menjelang Lebaran, lanjut dia, muncul 10 klaster baru yang berasal dari keluarga. Jumlah pasien positif klaster keluarga terbanyak di wilayah Kecamatan Sukoharjo sebanyak tujuh orang. Selanjutnya  dua klaster keluarga di wilayah Kecamatan Mojolaban masing-masing empat orang. Sementara jumlah pasien positif klaster keluarga dari wilayah Kartasura, Grogol, dan Tawangsari masing-masing dua orang-tiga orang. "Ini membuktikan laju persebaran pandemi Covid-19 belum berhenti sehingga masyarakat harus lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan lengah dan jangan abai protokol kesehatan," ujar dia.

Klaster  Keluarga Tanpa Gejala

Yunia yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menyampaikan sebagian besar pasien positif dari klaster keluarga tanpa gejala. Mereka tak mengalami gejala seperti demam tinggi dan gangguan pernapasan sehingga anggota keluarga lain berinteraksi dengan pasien positif.  Karena itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya klaster keluarga. "Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 juga dilakukan saat berkumpul dengan anggota keluarga di dalam rumah," papar dia.
Satgas di tingkat desa juga wajib memantau dan mengawasi para perantau atau kaum boro yang tiba di kampung halaman. Mereka wajib menjalani isolasi mandiri di rumah selama lima hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Sukoharjo, Havid Danang Purnomo, menyatakan klaster jemaah masjid bermunculan di wilayah Kecamatan Sukoharjo selama bulan puasa. Kali terakhir, klaster jemaah masjid di Kelurahan Banmati. Beberapa hari lalu, seorang jemaah masjid di Kelirahan Gayam juga terkonfirmasi positif Covid-19.


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago