top ear
Satgas Covid-19 Desa Klodran menyemprot disinfektan di lingkungan perumahan warga beberapa waktu lalu. (Solopos.com-Pemdes Klodran)
  • SOLOPOS.COM
    Satgas Covid-19 Desa Klodran menyemprot disinfektan di lingkungan perumahan warga beberapa waktu lalu. (Solopos.com-Pemdes Klodran)

Satgas Covid-19 di Karanganyar Andalkan Whatsapp untuk Koordinasi

Satgas Covid-19 Desa Klodran, Karanganyar tak selalu siaga di Pos Siaga Covid-19 melainkan memanfaatkan koordinasi media jejaring Whatsapp.
Diterbitkan Minggu, 22/11/2020 - 03:30 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR — Satgas Covid-19 Desa Klodran, Kabupaten Karanganyar tak selalu bersiaga di Pos Siaga Covid-19 untuk mengawasi dan menindaklanjuti laporan adanya warga yang terpapar virus corona. Mereka lebih mengutamakan koordinasi melalui media jejaring Whatsapp untuk mengefisiensikan pengawasan.

Kepala Desa Klodran, Warsito, menjelaskan sebelumnya ketika masih banyak kasus Covid-19 di Desa Klodran, warga rajin berada di posko siaga untuk mengawasi dan mengontrol tamu yang datang dari luar kota. Namun, berjalannya waktu, kondisi Covid-19 mulai membaik.

Karena itulah, seluruh Satgas Covid-19 Karanganyar melakukan koordinasi hanya dilakukan ketika ada kasus yang terjadi melalui pesan grup Whatsapp.

Lebih Mudah Temukan Jodoh Seiman dengan Platform Kencan Online

“Saat ini kami melihat untuk informasi malah lebih cepat kalau koordinasi via whatsapp. Kami kan sudah ada grup, ada petugas puskesmas juga di dalamnya. Jadi kalau ada laporan di grup, kami semua langsung tahu dan langsung otomatis bertindak. Malah lebih efisien jika bekerja seperti ini Satgasnya,” jelas dia kepada Espos belum lama ini.

Wajib Pakai Masker

Untuk antisipasi persebaran virus corona, Warsito menjelaskan Satgas Covid-19 Karanganyar masih tetap menjalankan standar protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah pusat. Warga masih tetap diwajibkan untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar dan mencuci tangan serta jaga jarak.

“Selain itu, kami juga rutin melakukan disinfektan lingkungan rumah khususnya wilayah sekitar terdeteksinya pasien Covid-19. Metode seperti itu masih kami lakukan untuk antisipasi persebaran virus corona di wilayah kami. Pemantauan lingkungan juga kami tingkatkan. Kami juga selalu sosialisasi edukasi tentang Covid-19 ke masyarakat,” beber dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini