top ear
Evakuasi sapi kurban yang nyemplung ke sumur di Kampung Randusari, Semarang, Sabtu (1/8/2020). (Okezone-Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Evakuasi sapi kurban yang nyemplung ke sumur di Kampung Randusari, Semarang, Sabtu (1/8/2020). (Okezone-Istimewa)

Sapi Kurban Nyemplung ke Sumur Masjid, Damkar Semarang Dikerahkan

Evakuasi sapi kurban nyemplung ke sumur berlangsung dramatis sehingga menjadi tontonan warga.
Diterbitkan Sabtu, 1/08/2020 - 23:48 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
1 menit baca

Solopos.com, SEMARANG - Seekor sapi jantan yang hendak dikurbankan mengamuk lalu nyemplung ke dalam sumur sedalam 3 meter di area Masjid Salafiyatul Huda di Kampung Randusari, Semarang, Sabtu (1/8/2020). Evakuasi sapi berlangsung dramatis sehingga menjadi tontonan warga.

Komandan Danton 2 Damkar Kota Semarang, Agus Nurhadi, mengatakan proses evakuasi sapi menggunakan tripod berkekuatan ratusan kilogram untuk mengangkat tubuh hewan tersebut. Proses evakuasi tak mudah karena petugas kesulitan mengangkat sapi dari dalam sumur yang sempit.

"Sempit hanya 1 meter diameter sumur itu, kesulitan evakuasi. Kita bantu tariknya 10 orang lebih. Proses evakuasi memakan waktu 30 menit dan berhasil dievakuasi pukul 10.00 WIB," kata Agus Nurhadi seusai proses evakuasi di lokasi.

Awas! Jl. Kolonel Sugiono Solo Masuk Black Spot setelah Terjadi Dua Kecelakaan Fatal

Takmir Masjid Salafiyatul Huda, Dede Rois, mengatakan sapi tersebut sehari sebelum dikurbankan terlihat agresif. Saat giliran disembelih posisi sapi yang sudah diikat kakinya tiba-tiba berontak hingga terpeleset tercebur ke sumur.

"Jadi sapi itu sudah dijagal, keadaannya sudah mati. Sudah sekitar 30 menit-an sapi itu di dalam sumur," kata Dede Rois kepada wartawan.

Warga dan petugas Pemadam Kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi. Dibutuhkan puluhan orang untuk menarik keluar sapi dengan bobot 200 kilogram itu. Setelah berhasil dikeluarkan, sapi nahas tersebut langsung dicuci pakai air untuk segera dikuliti.

Eksotisnya Lubang Sewu, Grand Canyon Ala Wonosobo

"Kami langsung kuliti, dan potong-potong dagingnya, takutnya kalau kelamaan dibiarkan malah nyiksa," ungkap Dede.


Editor : Profile Haryono Wahyudiyanto
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini