top ear
Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menghadiri acara pemberian bantuan sembako berupa 30 kg beras untuk keluarga tidak mampu atau miskin di Kelurahan Kecandran, Rabu (23/9/2020). (Semarangpos.com-Humas Setda Salatiga)
  • SOLOPOS.COM
    Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menghadiri acara pemberian bantuan sembako berupa 30 kg beras untuk keluarga tidak mampu atau miskin di Kelurahan Kecandran, Rabu (23/9/2020). (Semarangpos.com-Humas Setda Salatiga)

Santunan Ahli Waris Pasien Covid-19 Dihapus Mensos, Salatiga Bisa Apa?

Kemensos pimpinan Tri Rismaharini menghapus santunan ahli waris pasien Covid-19 membuat Wali Kota Salatiga Yuliyanto bereaksi.
Diterbitkan Minggu, 28/02/2021 - 22:30 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra
2 menit baca

Solopos.com, SALATIGA Kemensos menghapus santunan ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyoroti keputusan Kementerian Sosial yang menghentikan pemberian santunan kepada ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia itu.

Menurut Yuliyanto, keputusan itu tidak sesuai harapan karena ahli waris sudah menantikan santunan tersebut guna meringankan beban keluarga. Keputusan penghentian santunan bagi ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemensos No. 150/3.2/BS.01.02/02/2021 yang dikeluarkan 18 Februari 2021.

Dalam surat itu juga disebutkan jika pada tahun anggaran 2021 tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal dunia akibat Covid-19.

Baca Juga: Peluang Bisnis Tanaman Hias di Mal Terbuka

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) provinsi pun diminta menyampaikan keputusan itu kepada kepala dinas sosial di tiap kabupaten dan diminta tidak memberikan rekomendasi maupun usulan. “Ahli waris tentu sangat berharap santunan kematian Covid-19 itu. Nilainya kan Rp15 juta. Tetapi, ini tidak sesuai harapan,” ujar Yuliyanto di rumah dinasnya, Rabu (24/2/2021).

Menurut Yuliyanto, pengajuan santunan untuk ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia berawal dari terbitnya SE Kemensos pada 18 Juni 2020.  “Surat itu kemudian diteruskan ke Dinas Sosial provinsi dan kota. Kita lalu mengadakan sosialisasi pada September 2020, bahwa pasien yang meninggal dan terverifikasi positif Covid-19 mendapat santunan,” tuturnya.

Dihentikan Risma

Namun, Kamis (18/2/2021), ada pemberitahuan tentang SE terbaru dari kementerian yang dipimpin Tri Rismaharini tersebut bahwa santunan itu dihentikan. “Kita yang dari kabupaten/kota [Dinsos] juga tidak boleh mengajukan usulan atau rekomendasi. Tentu ini membuat keluarga pasien Covid-19 yang meninggal kecewa,” ujarnya.

Baca Juga: Terampil Bungkus Kado Bisa Jadi Peluang Bisnis

Keputusan Kemensos ini memang membuat keluarga pasien Covid-19 kecewa. Terlebih, mereka sudah sejak beberapa bulan lalu mengajukan santunan tersebut.

“Saya sudah mengurus surat-surat dari rumah sakit terkait keterangan istri meninggal karena Covid-19 sejak November lalu. Sudah saya serahkan juga ke Dinsos. Tapi, sampai sekarang enggak ada kelanjutannya,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, hingga saat ini jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Salatiga telah mencapai 70 orang. Secara kumulatif ada 2.462 orang yang telah terpapar Covid-19. Perinciannya, 62 orang masih menjalani perawatan dan 2.330 orang telah dinyatakan sembuh.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya