Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

SAMPAH SOLO : Tiga Calon Investor TPA Putri Cempo Mundur

SHARE
SAMPAH SOLO : Tiga Calon Investor TPA Putri Cempo Mundur
SOLOPOS.COM - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo. (JIBI/Solopos/Dok.)

Sampah Solo, Pemkot harus mencari investor baru TPA Putri Cempo setelah 3 calon investor mundur.

Solopos.com, SOLO–Tiga calon investor yang berencana mengelola sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo mengundurkan diri. Kini, tersisa dua calon investor tengah mengikuti proses tahapan seleksi lelang.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo Hasta Gunawan menyebutkan dua calon investor, yakni  PT N.W. Resources dan PT Citra Metro Jaya Putra (CMJP). Mereka dinilai serius ingin mengelola sampah TPA.
“Sebenarnya ada lima calon investor, tapi tiga investor mundur,” kata Hasta tanpa memerinci tiga calon investor mana saja yang mengundurkan diri kepada wartawan di Balai Kota, Kamis (3/12/2015).

Hasta menargetkan lelang pengelolaan sampah TPA bisa dikerjakan awal tahun, di awali dengan tahapan seleksi administrasi. Hasta sangat berharap proses penjaringan investor pengelolaan sampah TPA selesai tahun depan. Pihaknya menilai persoalan sampah TPA masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Ia pun tak menampik permasalahan pengolahan sampah TPA menjadi salah satu penyebab Solo mengakhiri puasa Adipura.

“Kelola sampah TPA memang tidak mudah. Biayanya sangat besar, sehingga perlu menggandeng investor,” katanya.

Hasta juga tidak ingin kegagalan lelang sebelumnya terjadi lagi pada lelang kali ini. Hasta menuturkan persoalan sampah TPA Putri Cempo harus ditangani dengan cepat. Apalagi melihat kondisi TPA Putri Cempo yang sudah overload. Lebih lanjut Hasta mengatakan dalam proses lelang kali ini, pihaknya tetap meniadakan tipping fee. Artinya tidak ada biaya yang harus dikeluarkan pemerintah kepada pengelola sampah, karena pihaknya yakin sudah bisa mendapat keuntungan meski tanpa tipping fee.

Penjabat (Pj.) Wali Kota Solo Budi Suharto meminta DKP selaku leading sector memastikan apakah bisa menggandeng investor atau sebaliknya.  Budi mengaku dibutuhkan anggaran besar untuk mengelola sampah TPA Putri Cempo. Yang jelas, Budi mengatakan saat ini diperlukan penyelesaian penanganan persoalan sampah TPA.
“Jangan sampai persoalan sampah dibiarkan berlarut-larut tanpa ada penyelesaian,” katanya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode