[x] close
Sambut Ramadan dengan Kenduri Apam di Gatak Klaten, Diikuti Umat Lintas Agama
Solopos.com|soloraya

Sambut Ramadan dengan Kenduri Apam di Gatak Klaten, Diikuti Umat Lintas Agama

Warga RW 002, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Klaten, antusias menyambut kedatangan bulan suci Ramadan tahun 2021 dengan menggelar kenduri apam.

Solopos.com, KLATEN - Warga RW 002, Desa Gatak, Kecamatan Delanggu, Klaten, antusias menyambut kedatangan bulan suci Ramadan tahun 2021 dengan menggelar kenduri apam di samping Masjid Umar bin Khaththab di daerah setempat, Senin (12/4/2021) pukul 16.00 WIB.

Uniknya, kenduri sehari sebelum hadirnya bulan suci Ramadan itu diikuti seluruh umat beragama, seperti umat Islam, Katolik, dan Hindu.

Baca Juga: Jam Kerja ASN Pemkab Blora Saat Ramadan Minimal 32,5 Jam per Pekan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, warga Gatak, Delanggu, Klaten, rutin menggelar kenduri apam menyambut bulan suci Ramadan. Di zaman dahulu, kenduri apam digelar di setiap kelompok RT di Gatak. Sejak enam tahun terakhir, kenduri di RW 002 dipusatkan di dekat Masjid Umar bin Khathab Gatak.

Menariknya, kenduri apam yang dipusatkan di masjid itu tak hanya diikuti umat Islam. Di lokasi tersebut juga diikuti umat Katolik dan umat Hindu. Seluruh umat datang berduyun-duyun ke dekat masjid sambil membawa apam dan berdoa bersama. Seluruh umat yang berbeda keyakinan itu sepakat menggelar doa lintas agama.

Kali pertama doa dipimpin pemuka umat Islam (Suryadi). Selanjutnya, doa dipimpin pemuka umat Hindu (Sumardi). Terakhir, doa dipimpin pemuka umat Katolik (Y. Karsono). Dalam lantunan doa tersebut, warga juga berdoa agar Indonesia segera terbebas dari berbagai bencana. Hal itu termasuk terbebas dari pandemi Covid-19.

"Ini tradisi tahunan. Kenduri apam yang dipusatkan di satu lokasi ini sudah berlangsung sejak enam tahun terakhir. Di sini, yang ikut kenduri semua penganut agama [yang ikut kenduri sekitar 100 orang]. Semua umat beragama di sini menghormati umat yang melaksanakan puasa Ramadan," kata Ketua RW 002 Gatak, Supriyono, saat ditemui Solopos.com, di desanya, Senin (12/4/2021).

Baca Juga: Mengenal Thrifting yang Ubah Barang Bekas Jadi Cuan

Hal senada dijelaskan pencetus kenduri apam, Seno Guntoro. Kenduri apam juga ditujukan menjaga tradisi negeri. Setiap peserta kenduri diimbau tetap menaati protokol kesehatan. "Pada intinya, semua umat beragama di sini ikut berbahagia dengan datangnya Ramadan," katanya.

Lantaran berlangsung di tengah pandemi Covid-19, panitia kenduri meniadakan kegiatan bendung Sungai Buk Ijo di desa setempat. Biasanya, setelah kenduri warga berkumpul di lokasi tersebut. Sejumlah anak berbaur berebut uang receh dari para dermawan di daerah setempat.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago