[ X ] CLOSE

Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi

Terdakwa Satai Beracun, Nani Aprilliani Nurjaman, menahan tangis sembari menyampaikan terima kasih kepada Aiptu Tomi atas cinta, kasih sayang, tetapi menyimpan kebohongan.
Sambil Menahan Tangis, Ini Pesan Nani Satai Beracun untuk Aiptu Tomi
SOLOPOS.COM - Aiptu Tomi saat memberikan keterangan di PN Bantul, Kamis (21/10). (Harian Jogja/Jumali)

Solopos.com, BANTUL — Fakta baru terungkap pada persidangan kasus Satai Beracun dengan terdakwa Nani Aprilliani Nurjaman yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (21/10/2021). Salah satunya tentang kisah asmara yang belum usai.

Persidangan di PN Bantul kali itu menghadirkan tiga saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni Agus Subadi, Sunar, dan Aiptu Tomi. Di depan Majelis Hakim, Tomi mengatakan dirinya mengenal Nani pada 2015. Saat itu, Tomi bertemu dengan Nani di Hotel Jogja In. Lokasi itu tidak jauh dari tempat Nani bekerja, yakni Griya Fit. “Di sana kan, base camp kami,” kata Tomi.

Baca Juga : Buron 8 Tahun Kasus Korupsi Dana Gempa Bantul Ditangkap di Hotel

Sidang dipimpin Aminuddin sebagai Hakim Ketua dan dua Hakim Anggota, yakni Sigit Subagyo dan Agus Supriyana. Dalam persidangan terungkap bahwa Nani dan Tomi berpacaran pada Januari 2017. Hingga kini, belum ada kata putus dari dua belah pihak.

Namun, Tomi memilih menikah dengan MSR pada September 2017. Dari pernikahan tersebut Tomi dan MSR dikaruniai seorang anak berumur 3 tahun. Tomi mengatakan jarang bertemu Nani sejak menikah. Meski demikian, komunikasi keduanya masih terjalin. “Karena setelah nikah saya menjauh dan memang tidak ada kata putus. Karena saya belum sempat memutus. Mungkin dia menganggap saya masih pacarnya,” ujar dia.

Tomi juga mengonfirmasi pernyataan Nani tentang janji menikah. Tomi menyampaikan bahwa Nani pernah menanyakan keseriusan hubungan mereka pada Agustus 2017. Lebih lanjut, Tomi mengungkapkan saat pengiriman satai beracun, tidak berada di rumah. Dia sedang bertugas di Pelabuhan Merak untuk mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi. Tomi mengaku mendapatkan telepon dari istrinya perihal kiriman paket satai dan takjil.

Baca Juga : Nani Satai Beracun Mengaku Menyerahkan Diri, Bukan Ditangkap Polisi

Makanan tersebut dikirim menggunakan nama Hamid Pakualaman. Nani menggunakan jasa ojek online tetapi pemesanan dilakukan secara offline. Saat itu Nani meminta tolong kepada Bandiman. Tomi mengaku tidak mengenal nama Hamid sehingga meminta istrinya mengembalikan paket tersebut. “Saya minta paket dikembalikan kepada yang mengirim,” jelasnya.

Menahan Tangis

Setelah itu, istri Tomi memberitahu jika paket satai yang dikirim atas nama Hamid itu beracun. Bahkan, paket makanan itu menyebabkan anak Bandiman bernama Naba Faiz Prasetya meninggal. “Saya tidak pernah tahu kalau Nani beli racun. Saya tahu dari berita jika racun jenis sianida itu ditujukan ke saya,” ucap Tomi.

Tomi menduga Nani nekat mengirimkan satai beracun karena masih mencintainya. Dugaan itu dikuatkan dengan beberapa kali komunikasi dengan Nani. Menurut Tomi, Nani marah karena susah bertemu dengan dirinya. “Terakhir-terakhir sering hubungi saya, tapi saya tolak, reject. Karena setiap menghubungi pasti pingin ngajak ketemu. Dia juga sempat utarakan sakit hati kepada saya pada Januari 2021,” jelasnya.

Baca Juga : Covid-19 Melandai, Penumpang KRL Jogja-Solo Capai 5.488 Orang Per Hari

Tomi membantah keterangan Ketua RT 003 Cepokojajar, Srimulyo, Kecamatan Piyungan, Agus Riyanto. Agus menyatakan jika dirinya dan Nani pernah bertemu dengan Ketua RT untuk meminta izin tinggal berdua di rumah Nani. “Saya tidak pernah minta izin menempati rumah di Cepokojajar. Saya tahu Nani bertempat tinggal di Cepokojajar. Saya hanya tahu lewat telepon, tetapi belum pernah kesana. Dan selama pacaran tidak pernah tinggal berdua,” katanya.

Pernyataan Tomi dibantah Nani. Perempuan asal Majalengka, Jawa Barat ini mengaku berpacaran dengan Tomi hingga awal 2021. “Setiap saya tanya hanya cinta-cinta. Awal 2017 dia pernah sempat lontarkan keinginan menikahi saya. Namun belakangan, alasannya beda agama, saya dianggap masih labil,” tutur Nani.

Mengenai pertemuan dengan Ketua RT di Cepokojajar, Nani mengatakan pernah dilakukan bersama dengan Tomi. “Maksudnya agar Tomi bisa bertamu. Dan saat bertemu dengan pak RT, Tomi bilang jika saya calonnya,” ucap Nani.

Baca Juga : Geger! Bayi Laki-Laki dalam Kardus di Teras Panti Asuhan Anak Siapa?

Pada persidangan itu Nani sempat memberikan pesan kepada Tomi. Dia menyampaikan terima kasih atas semua yang telah dilakukan Tomi untuk dirinya. “Terima kasih atas cinta, kasih sayang mu yang luar biasa. Ternyata dibalik itu semua, menyimpan kebohongan,” kata Nani sambil menahan tangis.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago