top ear
Lokasi kecelakaan minibus di Jalan Jatiyoso-Matesih pada Rabu (14/10/2020). (Solopos.com/Sri Sumi Handayani)
  • SOLOPOS.COM
    Lokasi kecelakaan minibus di Jalan Jatiyoso-Matesih pada Rabu (14/10/2020). (Solopos.com/Sri Sumi Handayani)

Saksi Kecelakaan Maut Jatiyoso: Sopir Teriak Gak Bisa Ngerem

Begini keterangan saksi dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jatiyoso, Karanganyar, Rabu (14/10/2020).
Diterbitkan Kamis, 15/10/2020 - 17:18 WIB
oleh Solopos.com/Sri Sumi Handayani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR – Salah seorang saksi yang terlibat dalam kecelakaan maut di Jatiyoso, Rabu (14/10/2020) menyebut sopir sempat berteriak sebelum minibus yang ditumpangi menabrak gapura.

Saksi tersebut berasal dari pihak keluarga yang menjadi penumpang minibus pembawa rombongan keluarga asal Nguter, Sukoharjo.

Pengakuan saksi tentang teriakan sopir minibus itu disampaikan Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Maulana Ozar. Keterangan itu diperoleh berdasarkan pengakuan saksi di lokasi kejadian.

"Saksi penumpang ngomong si sopir teriak-teriak enggak bisa mengerem, enggak bisa mengerem. Saksi menyatakan itu. Kami masih memeriksa saksi-saksi. Ada yang mengatakan si sopir mau engine break itu dari persneling tiga masuk satu, tapi enggak masuk. Tapi kan itu masih keterangan saksi," ujar Maulana mewakili Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi kepada Solopos.com, Kamis (15/10/2020).

Lokasi Kecelakaan Maut di Jatiyoso: Nanjak, Nikung, Sempit

Apabila mengacu keterangan saksi tersebut, polisi menduga sopir minibus Mitsubishi Fuso AD 1096 DB kehilangan kendali karena rem blong sehingga menyebabkan kecelakaan maut di Jatiyoso.

Tetapi, Maulana mengungkapkan polisi tidak bisa langsung mengambil kesimpulan tersebut. Polisi harus mendengarkan keterangan ahli.

Hasil Olah TKP

Saat ditanya hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Maulana menjelaskan kapasitas minibus sesuai ketentuan. Dia juga tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian.

"Isi minibus 13 orang. Masih sesuai kapasitas. Enggak melebihi kapasitas ya dan sesuai peruntukan. Kalau soal upaya mengerem sebelum kecelakaan, kami tidak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian. Jadi memang diduga rem blong tetapi nanti harus dikuatkan oleh keterangan ahli dari hasil pengecekan fungsi rem," jelasnya.

Prakiraan Cuaca di Soloraya pada Jumat (16/10/2020) Besok, Tak Ada Hujan?

Kecelakaan maut di Jatiyoso tersebut menyebabkan dua orang meninggal, yakni sopir minibus, Muhammad Solihin, dan penumpang yang duduk di samping sopir, Vera. Maulana menuturkan tiga orang sempat mendapat perawatan di rumah sakit karena luka-luka.

"Ya ada tiga orang dirawat di rumah sakit. Dua orang sudah diperbolehkan pulang. Tetapi yang satu orang ini masih di rumah sakit. Dia mengalami patah tulang. Itu hasil dari rontgen," tandasnya.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini