Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Saham Teknologi GOTO hingga BUKA Disebut Bebani IHSG, Ini Saran Analis

Saham emiten teknologi disebut masih membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir. Apa kata analis?
SHARE
Saham Teknologi GOTO hingga BUKA Disebut Bebani IHSG, Ini Saran Analis
SOLOPOS.COM - Ilustrasi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Dok/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, JAKARTA – Saham emiten teknologi disebut masih membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir. Analis mengatakan untuk wait and see menantikan kemungkinan kenaikan suku bunga AS mereda.

IHSG ditutup melemah 1,36 persen atau 94,7 poin ke level 6.892,57 pada perdagangan Selasa (6/12/2022). Saham teknologi seperti NINE, GOTO, hingga telekomunikasi seperti TLKM menjadi saham dengan penurunan paling dalam hari ini.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

Berdasarkan data Bloomberg, sebanyak 122 saham menguat, 461 saham melemah, dan 123 saham stagnan hari ini. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.862,56-6.987,36.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Kapitalisasi pasar tercatat turun menjadi Rp9.446,47 triliun. Saham PT Techno9 Indonesia Tbk. (NINE) menjadi saham dengan penurunan paling dalam, yakni 8,7 persen ke level 63. Menyusul di belakangnya saham PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) yang turun 6,98 persen ke level 80.

Selain dua saham tersebut, terdapat 20 saham lainnya yang mengalami penurunan lebih dari 6 persen hari ini, termasuk saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang turun 6,50 persen ke level 115 dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 6,25 persen ke level 3.600 hari ini.

Dua perusahaan teknologi yakni PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), dan PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) disebut masih menjadi beban bagi sektor teknologi. Masing-masing emiten memberatkan indeks hingga 31,15 persen, dan 27,05 persen.

Baca Juga: Saham GOTO Disebut Layak Sandang Predikat Terviral, Ini Alasannya

Head of Research Mirae Asset Sekuritas Hariyanto Wijaya mengatakan pergerakan sektor tekno saat ini akan membebani IHSG, namun tidak untuk jangka panjang.

“Ini memang sebenarnya agak membuat kinerja IHSG jadi drag down, tapi yang kita suka sebenarnya ini bisa biarin dulu aka, karena di saham tekno, selama suku bunga naik pelemahan akan terus berlanjut,” katanya dalam konferensi pers Market Outlook 2023 Mirae Asset Sekuritas, Selasa (6/12/2022).

Tahun depan, dengan adanya proyeksi kenaikan suku bunga AS masih berlanjut sampai dengan semester pertama 2023 sampai ke kisaran 5 persen untuk meredam inflasi, saham tekno masih akan kurang diminati.

“Kapan akan diminati? Kalau suku bunga the fed itu sudah tidak naik lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Sederet BUMN Terbesar di Indonesia, Jadi Incaran Para Pencari Kerja!

Dengan proyeksi kondisi ekonomi tahun depan, untuk sektor pilihannya, Mirar Asset Sekuritas memilih sektor consumer non-cyclical dan financial sebagai top picks karena masih akan prospektif dan dapat menjadi pilihan tahun depan.

Menurut Hariyanto, sektor consumer non-cyclicals masih menarik karena margin keuntungan perusahaan-perusahaan di bidang tersebut masih dapat meningkat dan laba bersihnya dapat tumbuh pada 2023.

“Pertumbuhan kinerja emiten saham di sektor tersebut, merupakan dampak positif dari lebih tingginya harga jual daripada kenaikan harga produk agrikultur akibat normalisasi sejak Juli 2022,” jelasnya.

Untuk sektor keuangan, Hariyanto memprediksi pertumbuhan laba bersih perbankan masih akan terus menguat pada 2023 didukung pertumbuhan pinjaman dan pertumbuhan margin bunga bersih (NIM) yang tinggi tahun depan.

Baca Juga: Izin Usaha Dicabut OJK, Ini Pemilik Wanaartha Life

Selain itu, dia menilai turunnya beban pencadangan atau beban provisi yang diprediksi terjadi tahun depan juga akan mendukung pertumbuhan laba bersih perbankan.

Terkait dengan stock pick bulanan, Mirae Asset Sekuritas menambahkan tiga saham baru yaitu tiga perusahaan consumer non-cyclicals, yaitu ICBP, INDF, dan MYOR sebagai pengganti DSNG, INTP, dan SMGR.

Pilihan saham condong ke sektor perbankan, pertambangan batu bara, dan consumer non-cyclicals, yang diwakili oleh saham BMRI, BBRI, BTPS, BNGA, ITMG, INDF, ICBP, dan MYOR.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Solopos.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode