Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Safari Dakwah di Sumbar, Yusuf Mansur Tak Hadiri Mediasi dengan Eks TKW

Hakim mediator menyampaikan, Yusuf Mansur beralasan tidak menghadiri mediasi karena sedang ada agenda safari dakwah di Sumatra Barat.
SHARE
Safari Dakwah di Sumbar, Yusuf Mansur Tak Hadiri Mediasi dengan Eks TKW
SOLOPOS.COM - Eks TKW, Surati (kiri) dan pengacara Asfa Davy Bya (Thayyibah Channel)

Solopos.com, JAKARTA – Ustaz Yusuf Mansur kembali tidak datang dalam agenda mediasi dengan mantan TKW yang menjadi peserta investasinya, di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (23/2/2022).

Hakim mediator menyampaikan, Yusuf Mansur beralasan tidak menghadiri mediasi karena sedang ada agenda safari dakwah di Sumatra Barat.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Pengacara para penggugat, Asfa Davy Bya, membenarkan Yusuf Mansur kembali tidak hadir dalam sidang yang mengagendakan mediasi.

Hal itu membuat kuasa hukumnya tak bisa menjawab saat hakim menanyakan tanggapan terkait dengan penuturan salah satu investor asal Wonosari, Gunungkidul, Surati.

Baca Juga: Ustaz Yusuf Mansur Hadapi 3 Gugatan di PN Tangerang

Surati yang merupakan mantan TKW di Hongkong adalah salah satu investor nabung tanah yang digalang Yusuf Mansur pada tahun 2014.

“Hari ini baru selesai mediasi lanjutan. Di sebelah saya ini Bu Surati yang jauh-jauh datang dari Gunungkidul. Sebenarnya ada dua penggugat lagi tapi izin karena anaknya sakit, yang satu orang tuanya yang sakit. Saudara Jam’an (Yusuf Mansur) kembali tidak hadir katanya karena safari dakwah di Sumatra Barat. Tadi kuasa hukumnya membawa bukti surat perjalanan dakwahnya,” ujar Asfa Davy Bya, seperti dikutip Solopos.com dari kanal Youtube Thayyibah Channel, Rabu (23/2/2022).

Asfa mengatakan, meskipun Yusuf Mansur tidak hadir sidang tetap dilanjutkan dengan agenda mendengarkan curahan hati Surati, kenapa sampai menggugat ke pengadilan. Majelis hakim lantas meminta tanggapan curahan hati Surati kepada kuasa hukum Yusuf Mansur.

Baca Juga: Zaini Mustofa Buka Posko Pengaduan Investasi Yusuf Mansur

“Kuasa hukumnya tidak bisa menjawab karena Jam’an tidak hadir. Kuasa hukum hanya menyampaikan pesan Jam’an bahwa karena masalah ini sudah masuk ke pengadilan ya sudah kita lanjutkan saja di pengadilan,” lanjut Asfa.

Dengan jawaban itu, lanjut dia, otomatis agenda mediasi yang diinisiasi hakim dianggap gagal. Dirinya akan mengurus untuk sidang berikutnya dengan agenda masuk ke pokok perkara.

“Kami sedang meregistrasi kembali kapan sidangnya. Biasanya sekitar satu pekan dari hari ini. Jadi itu hasil sidang hari ini,” katanya.

Baca Juga: Zaini Mustofa Buka Posko Pengaduan Investasi Yusuf Mansur

Surati berharap pada sidang berikutnya Yusuf Mansur. Ibu rumah tangga asal Gunungkidul itu berharap dai kondang itu bertanggung jawab atas investasi yang digalangnya dan diikuti ribuan jemaah itu.

“Untuk kelanjutannya semoga Yusuf Mansur hadir dan bener-bener bertanggung jawab dengan yang dulu kita sepakati. Ada banyak teman saya yang juga jadi korban,” ujarnya sembari terisak.

Seperti diberitakan, Ustaz Yusuf Mansur menghadapi gugatan beberapa gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (18/1/2022) lalu. Penggugatnya adalah tiga mantan tenaga kerja wanita (TKW) di Hongkong.

Dua pekan sebelumnya dai kondang itu juga digugat dua TKW Hongkong atas kasus yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, investasi tabung tanah itu terjadi pada tahun 2014. Saat itu Yusuf Mansur datang ke pengajian yang digelar para TKW.

Baca Juga: Sidang Gugatan Investasi Batu Bara Yusuf Mansur Digelar 15 Februari

Selain mengajak para tenaga migran itu bersedekah, Yusuf juga mengajak jemaah untuk berinvestasi tabung tanah. Namun tidak dijelaskan secara rinci kepada jemaah tentang investasi tersebut.

Nilai nvestasi tabung tanah itu per meter seharga Rp2,2 juta. Para jemaah yang ingin berinvestasi harus menjadi anggota Koperasi Merah Putih milik Yusuf Mansur.

Gugatan ke pengadilan merupakan langkah terakhir setelah TKW kesulitan menghubungi pihak Yusuf Mansur. Upaya somasi yang dilayangkan juga tidak digubris oleh dai bernama kecil Jam’an Nurchotib Mansur itu.

“Sejak investasi tahun 2014 sampai hari ini tidak ada laporan untuk apa, tabung tanah apa aja tidak mengerti. Setelah mereka bayar berusaha menghubungi tapi tidak bisa lagi, website email juga tidak dibalas. Mereka kan dulu kerja di Hongkong, jadi baru setelah pulang ke Tanah Air mempertanyakan, minta ketemu tapi tidak digubris,” kata Surati.

Baca Juga: Aktifkan Nomor Lama, Ustaz Yusuf Mansur Siap Dimaki-Maki

Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari Ustaz Yusuf Mansur. Namun dalam kesempatan sebelumnya Yusuf Mansur mempersilakan orang-orang yang merasa ia rugikan dalam proyek investasi yang digalangnya untuk menggugat secara hukum.

“Saya malah suka kalau sudah dibawa ke jalur hukum. Baik kepolisian maupun pengadilan. Profesional aja. Jadi terang benderang. Sebab kalo di sosmed, semua jadi berbantah-bantahan, dan malah jadi amunisi konten baru terus. Hehehe. Gpp, jadi rezeki buat banyak orang. Senang-senang aja. Semua proses pengadilan, saya, diwakili tim pengacara dari Kantor Pengacara JAS & Partners,” tulis Yusuf Mansur dalam pesan Whatsapp kepada Solopos.com, beberapa waktu lalu.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode