Sadis! Siswa Kelas 2 SD di Malang Jadi Korban Bully, Pelakunya Kakak Kelas

Seorang siswa SD di Malang mengalami luka-luka karena dianiaya kakak kelas.
SHARE
Sadis! Siswa Kelas 2 SD di Malang Jadi Korban Bully, Pelakunya Kakak Kelas
SOLOPOS.COM - Bullying - ilustrasi (guardianlv.com)

Solopos.com, MALANG — Seorang siswa sekolah dasar berinisial MW, 8, di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi korban perundungan atau bully hingga mengalami luka-luka. Diduga pelaku perundungan itu kakak kelas korban.

Saat ini, kasus perundungan kepada MW tersebut ditangani Polres Malang.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Kasi Humas Polres Malang, Iptu Ahmad Taufik, mengatakan korban perundungan MW ini merupakan warga Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. Polisi saat ini telah melakukan penyelidikan.

Taufik menyampaikan kejadian perundungan itu dilakukan oleh tujuh orang rekan korban yang merupakan kakak kelasnya. Baik korban maupun pelaku merupakan siswa SD di wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Penyidik Polres Malang sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah, termasuk seluruh terduga pelaku perundungan. Saat ini, Polres Malang juga menunggu korban sembuh dari luka akibat peristiwa perundungan tersebut.

Baca Juga: Miliki Alam Indah, Wagub Jatim Ajak Warga Soloraya Berwisata ke Madiun Raya

“Penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak sekolah dan terduga pelaku, sambil menunggu korban sembuh,” ujarnya, Rabu (23/11/2022).

Dia menyampaikan berdasarkan keterangan dari korban yang saat ini sudah sadar dan kondisinya mulai membaik, perundungan itu dilakukan sejak korban berada di kelas satu SD dan saat ini korban sudah kelas dua.

“Perundungan atau penganiayaan itu kerap dilakukan sejak korban kelas satu sampai sekarang,” ujarnya.

Korban MW mengalami penganiayaan oleh sejumlah pelaku dengan pemukulan pada sejumlah bagian tubuh. Korban mengalami luka-luka di bagian kepala, dada, dan lainnya. Luka-luka yang dialami korban tersebut akan dijelaskan pada hasil visum tim dokter.

Baca Juga: Serem! Sarang Ular Piton Ditemukan di Saluran Rumah Warga Trenggalek

Sementara itu, orang tua korban Edi Subandi menjelaskan MW tidak pernah melaporkan kejadian perundungan tersebut. Saat kejadian perundungan pada 11 November 2022, korban saat itu baru sembuh dari penyakit tifus selama sepuluh hari.

“Setelah masuk satu hari, anak saya muntah tidak berhenti dan kepalanya pusing. Saya mengira tifusnya kambuh,” ujarnya.




Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode