SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, JAKARTA – Perempuan yang terpapar triklosan, bahan kimia yang sering ditemukan dalam sabun dan hand sanitizer atau pembersih tangan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami osteoporosis dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki paparan ini.

Triklosan banyak digunakan oleh para produsen produk perawatan pribadi seperti sabun, pembersih tangan, pasta gigi, obat kumur, dan lain-lain.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Efek pasti dari triklosan terhadap kesehatan manusia belum begitu jelas namun beberapa penelitian membuktikan bahwa triklosan dapat mengganggu hormon tiroid dan reproduksi.

Triklosan juga telah terbukti berdampak pada kesehatan tulang pada hewan. Akan tetapi masih kurang diketahui tentang potensi bahan kimia ini menyebabkan tulang yang lemah dan rapuh pada manusia. Hal ini disampaikan oleh Yingjun Li dari Hangzhou Medical College di China.

Dalam studi kali ini, Li dan rekannya meneliti data pada 1.848 perempuan di Amerika Serikat dan menemukan bahwa mereka yang memiliki kadar triklosan yang tinggi dalam urine ternyata memiliki 2,5 kali kemungkinan mengalami osteoporosis dibandingkan dengan perempuan yang kadar triklosannya rendah.

“Paparan triklosan merupakan faktor risiko untuk kepadatan mineral tulang dan osteoporosis,” kata Li.

Hal ini juga terbukti lebih lebih kuat pada perempuan pascamenopause dari pada pada perempuan pada masa premenopause.

Pada perempuan, berkurangnya produksi estrogen selama menopause dan sesudahnya dapat memperlambat produksi jaringan tulang baru. Seiring waktu, proses ini meningkatkan risiko osteoporosis.

Menurut catatan peneliti sekitar 30 persen perempuan pascamenopause di AS menderita osteoporosis, dan 4 dari 10 di antaranya akan mengalami patah tulang.

Ada kemungkinan bahwa paparan triklosan dapat memicu perubahan dalam produksi hormon tiroid dan estrogen sehingga mengganggu perkembangan pemeliharaan tulang yang sehat seiring bertambahnya usia perempuan. “Triklosan dapat menurunkan kepadatan mineral tulang dan meningkatkan prevalensi osteoporosis,” kata Li.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya