Saat Stres Memuncak, Mahasiswi Gemar Menyakiti Diri Sendiri
Solopos.com|lifestyle

Saat Stres Memuncak, Mahasiswi Gemar Menyakiti Diri Sendiri

Mahasiswi yang tertekan karena orang tua, saat stres memuncak cenderung ada dorongan untuk menyakiti diri sendiri.

Saya mahasiswi di Solo, saat ini sangat tertekan karena orang tua tidak memedulikan saya dan menganggap saya sampah. Ketika stres memuncak saya sering menyayat tangan saya dengan silet dan pikiran selalu mengarah ke bunuh diri. Saya sadar ketidakwajaran ini dan mohon solusi. Terima kasih
Selvi, Solo.

Bersyukur Anda menyadari perbuatan self harm (menyayat tangan sendiri dengan silet) dan kecenderungan bunuh diri. Sehingga yakin ini awal Anda dapat keluar dari situasi seperti ini.

Self harm penyebabnya stres berat, depresi yang tidak menemukan jalan keluarnya, rasa putus asa dan tidak berharga di tambah rasa kesendirian. Perasaan tersebut bisa memunculkan pikiran mengakhiri hidup. Apabila ini dibiarkan dan tidak mendapatkan penanganan yang sesuai bisa benar-benar bunuh diri.

Akar masalah yang saat ini dihadapi Anda adalah karena faktor orang tua. Perlakuan orang tua menyebabkan Anda menganggap diri sampah, jelek, tidak berarti, perasaan dibuang, tidak ada harganya dan seterusnya. Mungkin ada perilaku orang tua yang membedakan perlakuan Anda dengan saudara yang lain, orang tua pilih kasih, atau bisa juga perkataannya kasar suka dan menganggap rendah.

Coba Anda cari perlakuan orang tua seperti apa yang menyebabkan keadaan sekarang ini. Hal ini agar Anda mampu untuk mengantisipasi dan menerima masa lalu dan yang akan datang jika perlakuan orang tua berulang. Karena hal ini akan mengurangi beban psikis yang Anda alami.

Anda masih mahasiswa, berarti usia masih tergolong dewasa awal atau remaja akhir. Artinya masa transisi antara remaja ke dewasa. Di sini peran orang tua sangat kuat sehingga jika orang tua berperilaku tidak baik, bisa menjadi sumber stres. Untuk itu Anda harus mulai berupaya melepaskan diri secara emosional dengan orang tua. Artinya jadi diri sendiri tidak tergantung orang tua atau orang lain untuk move on.

Dorongan self harm ini muncul ditandai dengan adanya tanda-tanda, jika ada tanda yang muncul segera alihkan perhatian dengan melakukan berbagai aktivitas yang bersifat fisik.

Seperti lari, jalan-jalan ke luar rumah. Self harm biasanya ketidakmampuan mengekspresikan emosinya, untuk itu sebaiknya Anda bercerita kepada sahabat atau keluarga yang dipercaya dan mau mendengarkan keluhan. Anda bisa juga datang ke psikolog. Dengan bercerita ada banyak manfaat terutama peredaan stres.
Psikolog, Setiyo Purwanto.




Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler

Espos Premium
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago