Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Rupiah Ditutup Melemah Rp15.000 Per Dolar AS, Mata Uang Asia Bervariasi

Rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed, membuat rupiah terpantau turun hingga mencapai level Rp15.000 per dolar AS.
SHARE
Rupiah Ditutup Melemah Rp15.000 Per Dolar AS, Mata Uang Asia Bervariasi
SOLOPOS.COM - Ilustrasi: Nilai tukar rupiah melemah di angka Rp15.000 per dolar AS, Kamis (14/7/2022). (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA–Kurs rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah hingga Rp15.000 per dolar AS, Rabu (27/7/2022).

Hal ini terjadi menjelang rencana The Fed menaikkan suku bunga.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Sementara itu, mata uang Asia lainnya ditutup bervariasi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,11% atau turun 17 poin sehingga parkir di posisi Rp15.010 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS pada pukul 15.15 WIB terpantau melemah 0,132 poin atau 0,13% ke level 106,91.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Rp14.989,50, Ini Dugaan Penyebabnya

Sejumlah mata uang lain di kawasan Asia terpantau turut melemah seperti rupee India yang terkoreksi 0,15%, baht Thailand turun 0,19%, dan won Korea Selatan melemah 0,40%.

Beberapa mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS adalah yuan China sebesar 0,10%dan yen Jepang sebesar 0,02%.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyebutkan ekuitas AS jatuh pada hari Selasa menjelang keputusan suku bunga The Fed karena investor khawatir tentang perlambatan ekonomi.

The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi pada akhir pertemuan kebijakannya pada hari Rabu waktu AS.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional memperingatkan ekonomi dunia akan segera berada di puncak resesi.

Baca Juga: Melemah, Rupiah Ditutup Rp15.000 per Dolar AS Hari Ini

Pengetatan moneter, kekurangan energi Eropa akibat invasi Rusia ke Ukraina dan kondisi sektor properti China, serta pembatasan Covid-19 tetap menjadi hambatan bagi pemulihan ekonomi global.

Dari dalam negeri, di tengah risiko resesi global yang berimbas ke berbagai negara, perekonomian Indonesia diperkirakan tetap sehat dan terus melanjutkan proses pemulihan, didukung oleh kekayaan komoditas.

“Kenaikan harga komoditas yang saat ini menjadi beban bagi banyak negara lain justru menjadi limpahan berkah bagi Indonesia. Penerimaan pemerintah mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan selama periode booming harga komoditas,” kata Ibrahim dalam riset, Rabu (27/7/2022).

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp15.000—Rp15.040 per dolar AS.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Rupiah Melemah Tembus Rp15.000 jelang The Fed Kerek Suku Bunga

 



Kata Kunci : Kurs Rupiah Dolar AS
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode