Rumah Tangga Jadi Kelompok Terbanyak Konsumsi Air PDAM di Solo

Rumah tangga 3 mengonsumsi sekitar 470.000 m3 air PDAM per bulan. Konsumsi tersebut menyumbang 47% total konsumsi air PDAM di Kota Solo dari seluruh golongan.
SHARE
Rumah Tangga Jadi Kelompok Terbanyak Konsumsi Air PDAM di Solo
SOLOPOS.COM - Petugas mengecek proses produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Jebres, Solo, Senin (4/5/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO–Golongan rumah tangga 3 menjadi golongan dengan konsumsi air PDAM terbanyak di Kota Solo.

Golongan rumah tangga 3 antara lain rumah permanen dengan tipe lebih dari 45 m2 dan rumah tangga golongan ekonomi menengah.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Toya Wening Kota Solo, Bayu Tunggul Pamilih, mengatakan rumah tangga 3 mengonsumsi sekitar 470.000 m3 air PDAM per bulan. Konsumsi tersebut menyumbang 47% total konsumsi air PDAM di Kota Solo dari seluruh golongan.

“Kita tarif terbanyak di rumah tangga sekitar 470.000 m3 atau 47% pemakaian dari seluruh konsumsi air. Rumah tangga 3 klasifikasinya ada banyak itu,” kata Bayu saat diwawancara Solopos.com di kantornya, Selasa (4/10/2022).

Per bulannya, konsumsi air di Kota Solo sekitar 1 juta m3. Konsumsi tersebut merupakan akumulasi dari konsumsi beberapa golongan konsumen. Di antaranya golongan rumah tangga 1 -4, golongan niaga 1 – 2, golongan sosial umum dan khusus, golongan sekolah, golongan pemerintah, dan kelompok khusus.

Data Surakarta Dalam Angka 2022 menunjukkan jumlah air minum yang disalurkan setiap bulannya di Kota Solo tak lebih dari 1,3 juta m3 per bulan. Desember 2021, jumlah air minum yang disalurkan setiap bulan di Kota Solo 1.155.404 m3, pada Desember 2020 1.255.370 m3.

Sementara itu, golongan niaga 1 dan niaga 2 justru konsumsi airnya lebih sedikit dibandingkan rumah tangga 3. Golongan niaga 1 dan niaga 2 kurang lebih meliputi kantor swasta, badan usaha, gedung pertemuan, tempat hiburan, hotel, restoran, supermarket serta apotek, asrama, GOR, losmen, percetakan, salon dan lainnya.

“Niaga 1 dan niaga 2. Kalau perhotelan sendiri ada niaga 1 dan 2. Hotel, losmen, dan lain-lain itu,” lanjutnya.

Bayu melanjutkan golongan niaga 1 mengonsumsi sekitar 66.000 m3 per bulan. Sementara niaga 2 hanya 14.000 m3 per bulannya. Bila dijumlahkan, konsumsi air golongan niaga 1 dan niaga 1 per bulan kurang lebih 80.000 m3.

“Di tempat kita [Solo] niaga 1 konsumsinya 66.000 m³/bulan. Yang niaga 2 14.000 m³/bulan dari total sekitar 1 juta m³,” katanya.

Konsumsi niaga 1 dan niaga 2 tersebut menurut bayu hanya sekitar 8% dari total konsumsi air PDAM di Kota Solo sekitar 1 juta m3 per bulannya.

“Kalau ditotal 80.000 m3. Tidak ada 10%, sekitar 8% dari total,” kata dia.

Sementara itu, sektor pemerintahan yang meliputi kantor dan sarana instansi pemerintah justru hanya 2% hingga 3% dari total konsumsi air per bulannya. Data Surakarta dalam Agka 2022 menunjukkan jumlah pelanggan air minum PDAM golongan pemerintahan ada 323 pelanggan.

“Sektor pemerintahan itu hanya sedikit lagi hanya 2% atau 3%,” kata Bayu.

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode