SOLOPOS.COM - Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat diwawancarai wartawan di Gedung DPRD Solo, Jumat (20/5/2022) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO—Pengusulan agar Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, maju sebagai calon Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah (Jateng) dalam Pemilu 2024 berpotensi merusak reputasi dia sebagai figur politik yang dikenal konsisten dan tegas.

Utamanya jika Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, yang selama ini maju dari dapil itu tidak lagi mencalonkan sebagai legislator, melainkan maju sebagai calon presiden (Capres) maupun calon wakil presiden (Cawapres) dalam Pemilu mendatang.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Pendapat itu disampaikan Psikolog Politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Moh Abdul Hakim, saat diwawancara wartawan melalui telepon seluler (ponsel), Jumat (7/10/2022).

Dia mengakui secara kapasitas Rudy sudah layak untuk menjadi anggota DPR.

Baca Juga: Wah, Ada Nama Anak FX Hadi Rudyatmo di Daftar Usulan Caleg DPRD Solo 2024

“Jelas Pak Rudy layak. Di daerah Soloraya beliau sudah dianggap sebagai tokoh senior PDIP, kemudian dengan pengalaman di pemerintahan sudah paham dua aspek, pertama birokrasi dan sisi dinamika politik yang berkaitan dengan kebijakan,” ujar dia.

Namun, di sisi lain, Abdul Hakim menilai pencalonan Rudy sebagai anggota DPR bisa merusak reputasinya sebagai politikus senior yang konsisten dan tegas. Kondisi itu bisa terjadi bila Puan Maharani jadi dicalonkan sebagai capres/cawapres dari PDIP.

“Bisa jadi PDIP mengambil Rudy secara objektif [sebagai caleg DPR]. Tapi bacaan saya, bila PDIP mencalonkan Puan, lalu Rudy dicalonkan di DPR Dapil, ada konsekuensi Rudy harus berkampanye juga untuk Puan sebagai capres atau cawapres,” terang dia.

Peluang terjadinya hal itu, menurut Abdul Hakim, sangat besar mengingat sistem kerja partai politik (parpol) utamanya PDIP. Apalagi Pemilu Presiden/Wapres dan Pemilu Legislatif 2024 digelar secara serentak. Sehingga, parpol mengandalkan kader di daerah.

Baca Juga: Diusulkan Jadi Caleg DPR di Pemilu 2024, Rudy PDIP: Warga Solo Isih Tresna Aku

“Partai akan mengandalkan kader di daerah untuk juga mendukung capres-cawapres yang diusung. Itu otomatis. Jadi ketika Puan dicalonkan sebagai capres-cawapres, dan Rudy caleg DPR Dapil V, otomatis Rudy harus bersedia jadi mesin politik,” tutur dia.

Dan bila itu yang kelak terjadi, Abdul Hakim menilai akan muncul persepsi publik bahwa Rudy telah bersikap inkonsisten.

“Publik akan melihat inkonsistensi Rudy yang dikenal sebagai Pak Ganjar dengan alasan apapun, berkampanye untuk Puan,” urainya.

Abdul Hakim juga melihat pencalonan Rudy sebagai anggota DPR berpotensi menimbulkan konflik di internal PDIP. Hal itu menurut dia tidak terlepas dari sikap Rudy yang konsisten sebagai pendukung Ganjar Pranowo. Sikap itu ditunjukkan terbuka ke publik.

“Dalam berbagai kesempatan beliau membela dan meng-counter isu-isu negatif yang dilemparkan ke Ganjar. Misalnya dulu isu soal kader celeng, itu dulu juga sempat di-counter Pak Rudy. Jadi saya agak sanksi Pak Rudy akan dapat restu DPP PDIP,” ujar dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya