top ear
Ilustrasi virus corona (freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi virus corona (freepik)

Round Up Corona Sukoharjo: 1 PDP Meninggal, Hotel Pilih Tutup

Satu pasien dalam pengawasan atau PDP corona asal Palur, Mojolaban, Sukoharjo meninggal dunia ketika menjalani masa isolasi di RSUD Dr Moewardi Solo.
Diterbitkan Senin, 6/04/2020 - 08:14 WIB
oleh Solopos.com/Nugroho Meidinata/R Bony Eko Wicaksono
2 menit baca

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satu pasien dalam pengawasan atau PDP virus corona asal Palur, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) meninggal dunia, Minggu (5/4/2020).

Pasien tersebut meninggal ketika menjalani masa isolasi di RSUD dr Moewardi Solo. Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Gani Suharto.

Misteri Penderita Pertama Covid-19 di Tengah Perdebatan China-Amerika

""[Pasien meninggal dunia] benar, PDP corona. Saya akan memberikan keterangan lebih jelas pada Senin [6/42020]," kata dia, Minggu.

Gani meminta masyarakat Sukoharjo tak perlu panik menyikapin kejadian PDP corona yang meninggal itu. Masyarakat diminta menerapkan protokoler kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Pembatalan Tiket KA 100% Uang Kembali Diperpanjang Sampai Jadwal Keberangkatan 4 Juni

"Sudah ada standar operasional prosedur (SOP) pemulasaran jenazah pasien corona. Jangan panik. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air, memakai masker dan physical distancing untuk memperlambat laju virus Covid-19," papar dia.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, hingga Minggu (5/4/2020) , jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 353 orang, PDP 25 orang dan positif corona dua orang.

Wabah Corona, Atlet MMA Solo Siap Tebar 310 Masker Scuba

1 Hotel Pilih Tutup

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sukoharjo, Oma Nuryanto, mengatakan tingkat okupansi hotel di wilayahnya anjlok akibat wabah Covid-19 dan status kejadian luar biasa (KLB) virus tersebut di Sukoharjo.

Bahkan, tingkat okupansi hunian hotel anjlok hingga di bawah 20 persen. Dampaknya, sejumlah hotel terpaksa merumahkan karyawannya.

Uji Jalan di Bekasi, Apa yang Baru dari Ignis Facelift?

"Jumlah karyawan yang dirumahkan di setiap hotel berbeda-beda. Mungkin sekitar 40 persen- 50 persen karyawan dirumahkan karena pembayaran gaji karyawan jadi salah satu pengeluaran terbesar hotel," kata dia kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Ada satu hotel di Kabupaten Jamu itu memilih tutup sementara akibat mewabahnya virus corona di wilayahnya.

Produsen Peralatan Outdoor di Karanganyar Beralih Bikin APD Tenaga Medis

"Dampak wabah corona sangat luar biasa bagi sektor pendukung pariwisata seperti hotel dan restoran Sukoharjo. Tidak ada pemasukan hotel saat merebaknya virus Covid-19," ujarnya.

Untuk menekan kerugian akibat dampak wabah corona, setiap manajemen hotel di Sukoharjo berupaya melakukan penghematan sumber daya untuk menekan biaya operasional setiap hari. Selain itu, meminta keringanan pajak daerah ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.

Ditinggal Salat Magrib, Motor Warga Sukoharjo Digondol Maling di Parkiran Musala Ceper Klaten

Banner SBBI
Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini