[x] close
Roti & Popok Kedaluwarsa Ditemukan di Minimarket di Sragen Jelang Lebaran 2021
Solopos.com|soloraya

Roti & Popok Kedaluwarsa Ditemukan di Minimarket di Sragen Jelang Lebaran 2021

Roti dan popok kedaluwarsa ditemukan di sejumlah minimarket di Sragen menjelang Lebaran 2021.

Solopos.com, SRAGEN – Tim gabungan menemukan roti berjamur dan popok kedaluwarsa saat memeriksa makanan dan minuman di sejumlah minimarket di wilayah Kecamatan Sragen Kota dan Karangmalang, Senin (10/5/2021).

Tim gabungan di bawah koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen itu bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan stok barang aman saat menjelang Lebaran.

Tim gabungan itu berasal dari Disperindag, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, dan Polres Sragen. Mereka berkeliling mulai dari mulai dari pemeriksaan stok dan harga di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), minimarket, toko grosir, Pasar Bunder, dan agen elpiji.

Baca juga: 96 Pemudik Diputar Balik di Sragen, Tapi Ada yang Lolos Berkat Mbah Google

Kasi Pengawasan Distribusi Perdagangan Disperindag Sragen, Kunto Widyastuti, saat ditemui Solopos.com di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) ke minimarket di Puroasri, Karangmalag, Sragen, Senin siang, menyampaikan tim gabungan menemukan produk pampers yang diproduksi 2018 masih dipajang di minimarket Sragen. Dia mengatakan padahal masa kedaluwarsa popok itu maksimal hanya dua tahun.

“Pampers itu mestinya sudah ditarik pada 2020 lalu. Kalau kedaluwarsa itu kan masuk kategori barang rusak. Selain di Sragen, kami juga menemukan beberapa kemasan roti basah yang sudah berjamur. Roti itu masa kedaluwarsanya pada Senin ini tetapi masih dipajang. Selain itu ada belasan botol susu cair kemasan yang masa kedaluwarsanya sudah dekat, yakni Juni 2021. Saya meminta pemilik minimarket untuk tidak memajang susu kemasan itu agar tidak berisiko pada pembeli,” ujar Kunto.

Baca juga: Mak Kratak! Video Viral Kereta Batara Kresna Nyerempet BST di Solo

Selain temuan itu, Kunto tidak menemukan adanya stok barang yang langka dan harga barang yang tidak wajar menjelang Lebaran. Dia menerangkan sidak ini untuk menjamin ketersediaan barang dan stabilitas harga menjelang Lebaran.

“Beberapa barang kebutuhan masyarakat lainnya aman. Gas elpiji misalnya, sejumlah agen sudah mendapatkan tambahan stok barang dari Pertamina. Untuk Lebaran tahun ini, stok elpiji cukup apalagi ditambah adanya tiga agen baru di Sragen,” tuturnya.

Baca juga: Innalillahi! 1 Korban Keracunan Takjil di Tukringin Karangpandan Meninggal

Pengelola agen elpiji PT Sragen Solusi Indonesia Sragen, Suwarsono, menyampaikan stok elpiji di pangkalan masih tersedia. Dia menyontohkan hari ada distribusi sebanyak 561 elpiji ke tujuh pangkalan yang ada di Sukodono, Gondang, Sambungmacan, dan Karangmalang. Kebutuhan elpiji per hari di bawah Agen PT Sragen Solusi Indonesia itu, jelas Suwarsono, rata-rata 2.240 tabung.

“Mulai hari ini ada peningkatan menjadi 2.800 tabung per hari. Kami mendapatkan tambahan elpiji dari Pertaminan sebanyak dua truk sejumlah 1.120 tabung elpiji. Untuk agen-agen elpiji lainnya juga mendapat tambahan stok untuk berjaga-jaga ketika kebutuhan melonjak saat Lebaran,” ujarnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago