top ear
Permakaman Syech Maulana Maghribi di kompleks Jabal Kanil di Dusun, Jabal Kanil, Bandar Dawung, Tawangmangu, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani).
  • SOLOPOS.COM
    Permakaman Syech Maulana Maghribi di kompleks Jabal Kanil di Dusun, Jabal Kanil, Bandar Dawung, Tawangmangu, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani).

Riwayat Jabal Kanil Karanganyar dan Ulama Kondang Syech Maulana Maghribi

Begini kisah di balik Jabal Kanil yang direkomendasikan menjadi objek cagar budaya di Karanganyar.
Diterbitkan Selasa, 11/02/2020 - 16:00 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 menit baca

Solopos.com, KARANGANYAR – Bukit Jabal Kanil yang direkomendasikan sebagai salah satu objek cagar budaya di Karanganyar lekat dengan jejak perkembangan Islam di Nusantara. Objek yang berada di Dusun Jabal Kanil, Bandar Dawung, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, itu punya sejarah panjang dengan ulama kondang, Syech Maulana Maghribi.

Solopos.com sempat berbincang dengan juru kunci makam Syech Maulana Maghribi di Jabal Kanil, Sutarjo, Senin (10/2/2020). Sutarjo mengatakan, dulunya, sebelum era Sunan, Bukit Jabal Kanil menjadi pusat memperdalam agama Islam bagi sejumlah santri di Jawa Tengah.

Jejak Penyebaran Islam Nusantara Sebelum Era Sunan di Jabal Kanil Karanganyar

Syech Maulana Maghribi menjadi sosok yang diyakini membangun Bukit Jabal Kanil sebagai pusat syiar. Dia punya kebiasaan selalu bersyiar menjelang magrib yang membuatnya dikenal dengan nama Maulana Maghribi.

“Dulu sebelum ada perkampungan, di sini hanya bukit saja. Kemudian Syech Maulana Maghribi itu mendirikan pusat santri untuk masyarakat belajar agama Islam di Jabal Kanil. Bahkan ini diyakini sebagai yang pertama di Jawa Tengah,” terang Sutarjo.

Dikritik Anang Hermansyah, Nuca Solo Tereliminasi dari Indonesian Idol

Sutarjo menambahkan, usia Bukit Jabal Kanil diyaniki lebih tua ketimbang Keraton Demak yang menjadi pusat kegiatan Walisongo menyebarkan Islam. Sebab, pesantren di Jabal Kanil yang didirikan Syech Maulana Maghribi diyakini sudah ada jauh sebelum era sunan.

“Lebih tua dari Demak, karena memang berdiri sebelum era Sunan muncul. Beliau juga disebut Maulana Maghrib karena memang dikenal selalu bersyiar menjelang magrib di Masjid Jabal Kanil,” sambung dia.

Matcha, Sajian Bangsawan Jepang Jadi Minuman Kekinian

Kawasan Bukit Jabal Kanil memang telah beberapa kali direnovasi. Namun, menurut Sutarjo sampai saat ini struktur asli bangunan yang terbuat dari kayu masih dipertahankan. Dia memperkirakan kayu pada empat pilar Masjid Jabal Kanil berusia sekitar 600 tahun.

 

Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait