;

Rezeki Nomplok, Mahasiswa Ini Dapat Rp20 Juta dari Menteri Investasi

Seorang mahasiswa semester empat sekaligus pengusaha aksesori ala Korea, Natania Almira, mendapatkan suntikan modal usaha Rp20 juta dari Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.
SHARE
Rezeki Nomplok, Mahasiswa Ini Dapat Rp20 Juta dari Menteri Investasi
SOLOPOS.COM - Ekspresi Natania Almira, salah satu audiens kuliah umum bersama Menteri Investasi, yang dijanjikan mendapat bantuan modal usaha RP20 juta (Istimewa/Uns Official YouTube)

Solopos.com, SOLO — Seorang mahasiswa semester empat sekaligus pengusaha aksesori ala Korea, Natania Almira, mendapatkan suntikan modal usaha Rp20 juta dari Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia.

Bahlil memberikan bantuan modal usaha Rp20 juta tersebut saat Natania menjadi salah satu peserta kuliah umum di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Kuliah umum dengan tema Peran Milenial dalam Mendukung Arah dan Kebijakan Investasi Indonesia yang diselenggarakan di Auditorium UNS, Rabu (18/5/2022).

Saat itu, Bahlil meminta kesempatan berdialog dengan audiens milenial yang hadir. Salah satu mahasiswa semester empat itu Natania Almira, menyambar kesempatan itu. Ia menceritakan perkembangan usahanya dan mengatakan sedang membutuhkan peralatan produksi seharga Rp20 juta.

Seperti menemukan air di tengah gurun, usai Natania Almira merampungkan ceritanya itu Bahlil mengatakan akan membantu. Ia bersama perusahaannya akan membantu biaya peralatan produksi usaha Natan, sapaan akrab Natania Almira, sebesar Rp20 juta.

Baca Juga : Bahlil: RI Tak Akan Ekspor Energi Baru Terbarukan

Bahlil akan menugaskan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Solo untuk meninjau usahanya.

“Oke, perusahaan saya akan membantu untuk men-support kamu, Rp20 juta. Nanti akan saya suruh anak HIPMI Solo untuk datang tinjau usaha kamu dan proposal kamu saya setujui,” kata Bahlil sambil memerintahkan salah satu orang untuk meminta nomor Natan.

Selain Natan, ada tiga audiens lain yang mendapatkan kesempatan berdialog dengan Bahlil. Utamanya mahasiswa yang sudah memiliki usaha.

Bahlil juga memberikan bantuan berupa pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada salah satu audiens yang belum mempunyai NIB.

Baca Juga : Kuliah Umum di UNS, Menteri Bahlil Kisahkan Orang Tuanya Buruh & Tukang Cuci

Bahlil bercerita perjalanan hidupnya sebelum memulai kuliah umum. Bahlil pernah menjadi penjual kue. Kemudian, sempat beralih profesi menjadi kondektur dan supir angkot sejak duduk di bangku SMP. Pekerjaan itu ditekuni selama lima tahun.

Investasi Jawa vs Luar Jawa

Bahlil beralih pada paparan tentang investasi di luar Jawa. Pada 2019, katanya, hanya 46 persen. Di sisi lain, investasi di Pulau Jawa mencapai 54 persen.

Bahlil juga bercerita, Presiden Joko Widodo akrab disapa Jokowi langsung memerintahkan Bahlill menyetarakan investasi di Pulau Jawa dan luar Jawa saat ia menjadi Kepala BKPM.

Baca Juga : Negara yang Paling Banyak Investasi di Indonesia, Singapura Jawara

“Karena itu presiden meminta membangun Indonesia bukan satu wilayah tertentu. Tapi dari Aceh sampai Papua,” tutur dia.

Sejak 2020 kuartal ketiga hingga 2022 kuartal pertama, lanjutnya, investasi di luar Pulau Jawa sudah membaik. Tren realisasi investasi di luar Pulau Jawa naik dari Rp408,8 triliun pada 2020 menjadi Rp432,8 triliun pada 2021.

Singapura menjadi urutan pertama negara asal investor sejak 2019 hingga 2021. Kedua adalah Tiongkok. Dua negara asal investor tersebut bertahan pada urutan yang sama sejak 2019 hingga 2021.

Sementara itu urutan lima besar realisasi investasi selama triwulan I 2022 berdasarkan lokasi, yakni DKI Jakarta sebesar Rp40,4 triliun, Jawa Barat Rp39,5 triliun, Riau Rp23,7 triliun, Jawa Timur Rp23,6 triliun, dan Sulawesi Tengah Rp20 triliun.

Baca Juga : Realisasi Investasi Capai Rp282,4 Triliun, 319.013 Naker Terserap

Namun, ia menyebutkan bahwa investasi di daerah sering kali tak menguntungkan bagi pengusaha di daerah tersebut. Oleh karena itu, Bahlil menyampaikan investasi boleh dikatakan inklusif dan berkualitas apabila mampu berdampak bagi pengusaha daerah.

“Investasi yang inklusif dan berkualitas itu apabila datang dari mana saja namun bermanfaat bagi pengusaha daerah. Selama ini kami harus akui bahwa investasi yang masuk ke suatu daerah, orang daerah sering dilupakan.”



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago