Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Revitalisasi Bahasa Jawa Berbasis Kolaborasi Banyak Pihak

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengajak banyak pemangku kepentingan berkolaborasi dalam revitalisasi bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan satu dari 38 bahasa daerah yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia.
SHARE
Revitalisasi Bahasa Jawa Berbasis Kolaborasi Banyak Pihak
SOLOPOS.COM - Kamus Budaya Jawa buatan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Universitas Dian Nuswantoro Semarang. (kemdikbud.go.id)

Solopos.com, Solo – Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengajak banyak pemangku kepentingan berkolaborasi merevitalisasi bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan satu dari 38 bahasa daerah yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia.

Mengawali upaya revitalisasi secara kolaboratif itu, Balai Bahasa Jawa Tengah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menetapkan strategi terbaik untuk merevitalisasi bahasa Jawa.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Strategi terbaik itu harus dirumuskan dalam segi-segi perencanaan program dan anggaran, implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Setiap elemen pemangku kepentingan dilibatkan dalam strategi implementasi revitalisasi bahasa daerah. Ulasan lengkap bisa dibaca di Kolaborasi Banyak Pihak Mendukung Keberhasilan Revitalisasi Bahasa Jawa.

Gaya rambut pendek kini menjadi tren di kalangan wanita di Arab Saudi. Ini setelah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, mendorong reformasi sosial yang salah satunya tidak lagi mewajibkan wanita mengenakan jilbab.

Kini makin banyak dijumpai wanita berambut pendek layaknya pria di jalanan Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Alasan para wanita Arab Saudi memangkas rambut lebih pendek bukan semata karena aturan wajib jilbab telah dicabut. Penjelasan lengkap bisa dibaca di Reformasi Sosial Lahirkan Tren Wanita Berambut Pendek di Arab Saudi.

Pada masa kebangkitan nasionalisme dan revolusi kemerdekaan konser jamak bertujuan memperkuat semangat revolusi. Komposer berkarya untuk mendukung pencapaian kemerdekaan dan mempertahankannya.

Pada era setelah pandemi Covid-19 mereda, konser adalah wahana pemulihan ekonomi dan sektor kehidupan lainnya. Komposer dan musikus bangkit dan berkarya menuju pemulihan. Pencipataan komposisi musik dan lagu berbagai genre diyakini bagian dari pemulihan kehidupan setelah terdampak pandemi Covid-19. Uraian lengkap bisa dibaca di Dulu Konser untuk Revolusi, Kini Konser untuk Pemulihan.

Urusan kerusakan lingkungan di Indonesia sebenarnya telah menjadi masalah sangat serius. Isu ini sebenarnya bagian dari domain politik. Kerusakan lingkungan adalah buah dari kebijakan dan politik.

Perlu pembangkitan kesadaran masif di kalangan masayarakat Indonesia bahwa bencana lingkungan yang makin sering terjadi di Indonesia adalah dampak kebijakan pemerintah—kebijakan politik—yang kontraproduktif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Duduk perkara bisa dibaca di Kerusakan Lingkungan adalah Dampak Kebijakan Politik dan Pemerintahan.

Konten-konten premium di kanal Espos Plus menyajikan pembahasan dengan sudut pandang tajam, komprehensif, dan berdata lengkap. Konten premium menyajikan analisis mendalam atas suatu topik. Silakan mendaftar terlebih dulu untuk mengakses konten-konten premium tersebut.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode