top ear
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (duduk di tengah) berfoto bersama kawan-kawan SMP-nya saat reuni, belum lama ini. (Antara-Humas Pemkot Magelang)
  • SOLOPOS.COM
    Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito (duduk di tengah) berfoto bersama kawan-kawan SMP-nya saat reuni, belum lama ini. (Antara-Humas Pemkot Magelang)

Reuni SMP, Wali Kota Magelang Gencar Promosikan Wisata

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mempromosikan potensi wisata kotanya kepada kawan-kawan SMP-nya saat reuni belum lama ini.
Diterbitkan Minggu, 5/01/2020 - 01:50 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 menit baca

Solopos.com, MAGELANG — Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito tak menyianyiakan kesempatan untuk mempromosikan berbagai potemsi wisata kotanya, termasuk kepada kawan-kawan SMP-nya pada 1974 di Pasuruan, Jawa Timur, saat bereuni di Kota Magelang.

Keterangan tertulis Humas Pemkot Magelang yang diterima Kantor Berita Antara di Magelang, Sabtu (4/1/2020), menyebutkan kawan-kawan Sigit dari berbagai daerah di Indonesia itu antara lain diajak mengunjungi Museum BPK, Museum Diponegoro, dan Museum Abdul Djalil di Kompleks Akmil. Selain itu, mereka juga ke alun-alun di pusat Kota Magelang untuk menikmati berbagai fasilitas umum.

"Mereka teman-teman saya waktu SMP di Pasuruan. Momen bagus untuk kenalkan kota tercinta ini kepada mereka. Kalau mereka pulang akan diceritakan ke keluarga, tetangga, teman-teman di daerah masing-masing. Jadi kota ini makin dikenal luas," kata Sigit di sela kegiatan itu beberapa waktu lalu.

Selama 10 tahun terakhir Sigit menjabat sebagai wali kota Magelang. Teman-temannya mengagumi kepemimpinan Sigit atas daerah itu. "Kota Magelang perkembangannya luar biasa, bagus, salut dengan kepemimpinan Pak Sigit," kata Priyadi Isdianto, 62, salah seorang teman sekelas Sigit yang kini tinggal di Madiun.

Ia mengaku tidak menyangka Sigit yang dahulu pendiam dengan perawakan kecil mampu memimpin dan membawa Kota Magelang menjadi kota yang sarat prestasi. Ia mengaku sudah 40 tahun tidak berjumpa dengan Sigit. Pertemuan reuni itu berkat jalinan komunikasi di grup percakapan media sosial.

"Kebetulan teman dekat. Saya sering menginap, belajar bersama karena Pak Sigit itu rajin, pandai, disiplin. Dia itu dulu kecil, dulu tingginya tinggian saya lho," katanya.

Ia juga salut dengan kedekatan Sigit dengan masyarakatnya. Ia melihat banyak orang ingin bersalaman dan berfoto bersama Sigit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Banner SBBI
Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini