top ear
Rencana Arab Saudi Bangun Payung di Masjidil Haram Dikecam
  • SOLOPOS.COM
    Masjidil Haram (Googleimage)

Rencana Arab Saudi Bangun Payung di Masjidil Haram Dikecam

Diterbitkan Jumat, 27/10/2017 - 11:30 WIB
oleh Solopos.com/JIBI/Solopos.com/Okezone
2 mnt baca -

Atap yang tampak pada model itu mirip dengan yang banyak digunakan di stadion-stadion olahraga.

Solopos.com, RIYAHD – Arab Saudi menghadapi kecamat keras dari publik usai merencanakan pembangunan atap yang dapat dilipat di atas Masjidil Haram. Rencana itu dianggap akan semakin menambah penyimpangan pada situs warisan budaya Islam tersebut.

Sebuah video yang menyebar di media sosial pekan ini menunjukkan sebuah model skala atap di atas Masjidil Haram Makkah. Atap yang tampak pada model itu mirip dengan yang banyak digunakan di stadion-stadion olahraga.

Agustus 2017 lalu, kepala keamanan Masjidil Haram mengatakan kepada media lokal bahwa pekerjaan untuk proyek payung tersebut akan dimulai pada 2018. “Proyek itu akan menjadi yang terbesar di dunia dengan luas wilayah total sekira 2.809 meter persegi,” katanya saat itu.

Namun, Kepala Yayasan Penelitian Warisan Islam, Dr. Irfan Al Alawi, mengecam keras rencana penambahan atap untuk melindungi para jemaah haji di sekeliling Kakbah. Pimpinan yayasan yang berbasis di London, Inggris itu menganggap pemasangan atap di atas Kakbah akan menghancurkan sesuatu yang menjadi dasar bagi umat Islam.

"Selama berabad-abad umat Islam telah melakukan perjalanan ke sana dan tidak ada yang mengeluh tentang hal ini. Saya tidak dapat mengerti mengapa Anda akan menghancurkan tempat lahir Islam dan semua warisan kita seperti ini," kata Ifran sebagaimana dikutip dari New Arab, Jumat (27/10/2017).

"Tidak ada yang harus menutupi Ka'bah dari atas karena umat Islam percaya bahwa rahmat Tuhan turun dari langit tertinggi. Rencana payung ini terlihat seperti pesawat ruang angkasa dari film Hollywood," tambahnya.

Perubahan di sekitar kompleks Masjidil Haram telah banyak dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi sebagai Pelindung Dua Kota Suci. Yayasan Penelitian Warisan Islam memperkirakan, lebih dari 98 persen lokasi relijius dan bersejarah di Negeri Petrodolar telah dihancurkan atas perintah Dinasti Al Saud.

Bulan ini, Dana Investasi Publik Arab Saudi mengumumkan rencana untuk mendirikan dua perusahaan investasi untuk mengembangkan infrastruktur di Mekkah dan Madinah. Kedua perusahaan itu akan bersama-sama membangun 150 ribu kamar hotel untuk mengakomodasi peningkatan jumlah jamaah haji dan umroh yang diperkirakan akan mencapai 30 juta di Mekah dan 23 juta di Madinah pada 2030, meningkat dari total delapan juta ke kedua lokasi tahun ini.


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya