top ear
Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat jumpa pers dengan wartawan di ruang rapat Bupati Sragen, Kamis (20/2/2020). (Solopos-Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat jumpa pers dengan wartawan di ruang rapat Bupati Sragen, Kamis (20/2/2020). (Solopos-Tri Rahayu)

Redam Virus Corona, Pemkab Sragen Bakal Beli 1 Juta Masker

Pemkab Sragen akan membeli 1 juta lembar masker demi meredam persebaran virus corona (Covid-19).
Diterbitkan Kamis, 9/04/2020 - 14:54 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
2 menit baca

Solopos.com, SOLO — Pemkab Sragen bakal membeli 1 juta lembar masker demi menekan persebaran virus corona (Covid-19). Hal itu diungkapkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui wartawan, Kamis (9/4/2020).

Yuni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen menyatakan jaring pengaman ekonomi diberikan untuk pekerja mengalami PHK, pedagang kaki lima (PKL), dan usaha mikro kecil dan menengan (UMKM).

Salah satu upayanya, sebut Yuni, dengan pembelian masker sebanyak 1 juta lembar dengan harga rata-rata senilai Rp3.000/masker. Pembelian masker itu diprioritaskan berasal dari produk UMKM Sragen.

Saksi Ungkap Kronologi Penemuan 2 Mayat Telanjang di Banyuanyar Solo

"Namun banyak pihak yang memproduksi masker dan membagikan ke warga. Kemungkinan ada sebagian anggaran pengadaan masker dialihkan untuk paket sembako. Selebihnya kami menunggu program dari pemerintah provinsi dan pusat, seperti adanya kartu prakerja dan seterusnya. Kami akan data dulu supaya tidak salah sasaran," katanya.

Anggaran Rp50 Miliar

Diberitakan Solopos.com sebelumnya Pemkab Sragen bukan hanya akan membeli masker untuk meredak virus persebaran corona. Pemkab Sragen menyiapkan dana sekitar Rp50 miliar untuk penanganan lain terkat pandemi ini.

Dana itu merupakan pengalihan pos anggaran sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Dana yang bersumber dari APBD 2020 itu digunakan untuk membiayai tiga skema penanganan Covid-19, yakni penanganan kesehatan, jaring pengaman sosial, dan jaring pengaman ekonomi.

Yuni itu menyampaikan dari dana Rp50 miliaran itu, Rp20 miliar di antaranya digunakan untuk penanganan kesehatan, seperti penyediaan sarana dan prasarana kesehatan serta alat pelindung diri (APD).

Foto: Penampakan Karantina ODP Corona di Graha Wisata Niaga Solo

Dana Rp20 miliar itu juga digunakan sebagai insentif untuk tenaga medis, hingga operasional rumah sakit (RS) darurat. RS darurat di Sragen siap dioperasionalkan pada Senin (13/4/2020).

Sementara sisanya, lanjut Yuni, untuk jaring pengaman sosial dialokasikan senilai Rp20 miliar dan Rp10 miliar untuk jaring pengaman ekonomi.

"Kami sudah mmendata para penerima jaring pengaman sosial. Kami sudah berhitung jumlah calonn penerimanya sebanyak 230.000 kepala keluarga (KK). Sebanyak 65.000-ann KK di antaranya sudah mendapat bantuan program sembako. Mereka yang di luar program sembako [BPNT] akan mendapatkan bantuan sembako juga senilai Rp200.000/keluarga," ujar Yuni.

Selain menjelaskan tentang masker, bupati Sragen itu menyampaikan tahapan awal penanganan virus corona dipersiapkan untuk satu bulan dulu. Meski demikian, ia menegaskan sudah memiliki persiapan penanganan virus corona sampai tiga bulan.

Editor : Profile Ginanjar Saputra
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja


berita terkait