Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Rawan Picu Kemacetan, DPRD Solo Minta Proyek Jembatan Jurug Diundur

Komisi III DPRD Solo akan berangkat ke Jakarta dan berkonsultasi dan meminta Kementerian PUPR memundurkan jadwal tahapan proyek Jembatan Jurug.
SHARE
Rawan Picu Kemacetan, DPRD Solo Minta Proyek Jembatan Jurug Diundur
SOLOPOS.COM - Jembatan Jurug Solo. (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SOLO — Legislator Komisi III DPRD Solo meminta agar tahapan proyek Jembatan Jurug yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR diundur waktunya. Hal itu untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas parah di Kota Solo karena pada waktu bersamaan juga ada perbaikan Jembatan Mojo.

Kedua jembatan itu sama-sama melintang di Sungai Bengawan Solo dan merupakan pintu keluar masuk Solo. Jembatan Jurug menjadi pintu masuk kendaraan dari arah Karanganyar, Sragen, dan Jawa Timur. Sedangkan Jembatan Mojo merupakan pintu masuk dari arah Mojolaban, Sukoharjo.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Untuk menyampaikan permintaan tersebut, rombongan legislator Komisi III DPRD Solo akan berangka ke Jakarta guna melakukan konsultasi ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Rabu (18/6/2022) mendatang.

“Kami mau konsultasi ke Dirjen Bina Marga dan sudah diberi waktu tanggal 18 Juni 2022,” terang Ketua Komisi III DPRD Solo, YF Sukasno, kepada wartawan, Senin (6/6/2022). Menurut Sukasno, rombongan konsultasi proyek Jembatan Jurug itu akan diikuti pimpinan DPRD Solo.

Ada juga perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo. “Kami minta supaya tidak terjadi kemacetan dengan cara tahapan pekerjaan Jembatan Jurug diundur waktunya,” ungkapnya.

Baca Juga: Misteri Jembatan Jurug Solo: Bunga Tabur, Onggo-Inggi & Gundul Pringis

Politikus PDIP itu mengatakan pembongkaran dan penggantian Jembatan Jurug pada tahun ini bersamaan dengan pekerjaan di Jembatan Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon. Hal itu akan memicu kemacetan.

Di sisi lain, tahun ini juga sedang ada pekerjaan di Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, yang dipastikan berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan dan simpang jalan. Kawasan Solo utara dan timur diprediksi akan macet parah.

Dishub Kewalahan

Komisi III DPRD Solo pernah mengundang Dishub Solo, DPUPR Solo, dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Jateng-Jogja, untuk membahas rencana penggantian Jembatan Jurug pada Selasa (17/5/2022) lalu.

Baca Juga: Pembongkaran Jembatan Jurug Bikin Macet, Pemkot Solo Pusing Cari Solusi

Ada juga pimpinan PT Baja Liga Utama selaku kontraktor pelaksana proyek penggantian Jembatan Jurug. Seperti diketahui Jembatan Jurug B akan ditutup untuk dibongkar dan diperbaiki mulai 23 Juli 2022.

Pengerjaan proyek itu direncanakan berlangsung hingga 23 September 2023. Dengan ditutupnya Jembatan Jurug B arus kendaraan dari arah Solo menuju Palur, Karanganyar, dialihkan ke Jembatan Jurug C di selatan.

Sedangkan Jembatan Jurug A di sisi barat juga akan ditutup untuk mengantisipasi adanya orang yang melintas. Tapi jembatan itu tidak diperbaiki. “Jembatan Jurug A ditutup agar tidak ada orang lewat,” terangnya.

Baca Juga: Jembatan Mojo Penghubung Solo-Mojolaban bakal Direhab, Jalan Ditutup?

“Kami ingin proyek Jembatan Mojo tetap berjalan karena tahun ini harus selesai. Jalan mulai Juli sampai Oktober 2022, terus Jurug itu bagaimana agar bisa dimulai tapi agak mundur supaya Mojo selesai dulu,” urainya.

Sukasno memprediksi akan terjadi kemacetan lalu lintas bila proyek Jembatan Jurug dilakukan berbarengan dengan proyek Jembatan Mojo dan Simpang Tujuh Joglo. Dishub Solo bisa sangat kewalahan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode