RAMADAN DAN LEBARAN 2015 : Permintaan Naik, Pedagang Lebih Selektif Pilih Ayam dari Peternak

RAMADAN DAN LEBARAN 2015 : Permintaan Naik, Pedagang Lebih Selektif Pilih Ayam dari Peternak
SOLOPOS.COM - Pembeli berbincang dengan pedagang di Pasar Ayam di Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Kamis (18/6/2015). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Ramadan dan Lebaran 2015 diikuti dengan kenaikan permintaan bahan pangan, termasuk ayam.

Solopos.com, SOLO — Pedagang di Pasar Ayam, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, semakin selektif dalam memilih ayam dari tingkat peternak selama Bulan Puasa.

Pedagang ayam di Kios Sido Dadi, Paryono, 50, mengatakan pedagang harus memilih langsung ayam di tingkat peternak.  Menurut Paryono, memasuki Bulan Puasa permintaan daging ayam semakin tinggi.

“Kami pedagang ayam ikut langsung menyeleksi ayam dari peternak. Kami tidak mau tiba-tiba ditemukan ayam berpenyakit sudah ada di kandang [di Pasar Ayam]. Ayam seperti itu bisa menularkan virus hingga meresahkan pembeli,” kata Paryono kepada solopos.com di kiosnya, Kamis (18/6/2015).

Paryono mengklaim hingga kini tidak ada temuan ayam berpenyakit atau mati dengan mencurigakan. Menurut dia, sebagian besar pedagang terus memantau secara langsung di setiap pembelian ayam dari peternak.

Apabila ditemukan ayam berpenyakit atau mati mendadak, lanjut Paryono, pedagang melapor kepada petugas kesehatan.

“Pedagang diminta untuk melapor ke pejabat di UPTD Pasar Ayam atau ke petugas di Dinas Peternakan dan Pertanian Solo jika ditemukan ayam tidak sehat. Namun, sebisa mungkin pedagang atau pun pengunjung diimbau lebih baik untuk menjaga kebersihan pasar,” ujar Paryono.

Disinggung mengenai vaksinasi, Paryono mengaku pedagang jarang melakukan upaya memperkuat kekebalan tubuh pada ayam itu secara mandiri.

Menurut dia, pedagang lebih mengandalkan agenda vaksinasi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada kurun waktu tertentu. Terakhir vaksinasi di Pasar Ayam, lanjut Paryono, hampir dua pekan yang lalu.

Paryono menerangkan harga ayam pada awal Bulan Puasa masih terpantau stabil. Harga ayam saat ini mencapai Rp19.000 per kilogram (kg).

Dia memprediksi harga ayam mulai naik setelah pekan kedua pada Bulan Puasa karena perminataan pasar semakin tinggi. Menurut dia, harga ayam akan semakin tinggi setelah dipotong.

Pembeli ayam asal Kelurahan Sangkrah, Pasar Kliwon, Wahyono, 62, menilai pemerintah perlu juga semakin intens dalam mengontrol kondisi Pasar Ayam.

Menurut dia, jangan sampai pedagang menjual ayam dalam kondisi tidak sehat. Tidak hanya di Pasar Ayam, lanjut Wahyono, pemantauan selama Ramadan perlu juga dilakukan di berbagai pasar.

“Pedagang juga harus jujur memberi barang dagangan dengan kualitas baik. Saya akui banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara membedakan ayam sehat dan ayam berpenyakit, apalagi sudah dalam kondisi disembelih,” kata Wahyono.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago