Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Radius Jalur Zonasi PPDB SMA di Sukoharjo Kian Pendek, Ini Sebabnya

PPDB jalur zonasi menerapkan penghitungan koordinator rumah calon siswa baru dengan sekolah.
SHARE
Radius Jalur Zonasi PPDB SMA di Sukoharjo Kian Pendek, Ini Sebabnya
SOLOPOS.COM - Ilustrasi penerimaan peserta didik baru atau PPDB. (freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Sejumlah orang tua calon siswa baru di SMAN 1 Sukoharjo mengajukan koreksi koordinat domisili jalur zonasi dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun ajaran 2022/2023. Sementara radius jarak jalur zonasi dalam PPDB jenjang SMA semakin pendek.

Ketua PPDB SMAN 1 Sukoharjo, Agus Widodo, mengatakan ada dua orang tua calon siswa baru yang mengajukan usulan koreksi koordinat domisili ke panitia PPDB sekolah. Titik koordinat dianggap melenceng dari rumah calon siswa baru.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Sehingga, butuh verifikasi dan pengecekan lapangan untuk memastikan titik koordinat rumah calon siswa baru. “Sudah diperbaiki setelah verifikasi dan pengecekan lapangan. Jadi titik koordinatnya melenceng beberapa meter,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (1/7/2022).

Menurut Agus, jalur zonasi menerapkan penghitungan koordinator rumah calon siswa baru dengan sekolah. Metode penghitungan koordinat jarak jalur zonasi berbeda dibanding saat pelaksanaan pendaftaran PPDB pada 2020. Kala itu, metode penghitungan jarak jalur zonasi mengacu pada koordinat kantor kepala desa/kelurahan dengan sekolah.

Perubahan metode tersebut, ungkap dia, mengakibatkan radius jarak jalur zonasi makin pendek lantaran mengacu pada koordinat rumah calon siswa baru. “Pada 2020, radius jarak jalur zonasi sekitar 2 kilometer. Setahun kemudian, radius jarak jalur zonasi berkurang menjadi 1,8 kilometer. Sekarang, radius jarak semakin pendek yakni hanya 1,6 kilometer,” ujar dia.

Baca juga: Di Sukoharjo, Gubernur Ganjar Ajak Bolo Ternak Tekan Penularan PMK

Perubahan metode penghitungan jarak jalur zonasi dilakukan lantaran banyak orang tua/wali calon siswa baru yang protes saat pelaksanaan PPDB. Mereka menganggap metode penghitungan jarak yang mengacu pada kantor kepala desa/kelurahan tidak adil. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah lantas mengevaluasi dan mengambil kebijakan mengubah metode penghitungan jarak jalur zonasi.

Agus menyampaikan total kuota calon siswa baru di SMAN 1 Sukoharjo sebanyak 432 siswa. “Hari ini [Jumat], hari terakhir pendaftaran PPDB jenjang SMA. Selama ini, tidak ada problem yang signifikan soal pelaksanaan PPDB,” papar dia.

Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Sukoharjo, Sungkana, mengatakan pelaksanaan pendaftaran PPDB jenjang SMA dibagi empat jalur meliputi zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali siswa dan prestasi. Calon siswa baru yang diterima di sekolah pilihan bakal diumumkan pada 4 Juli 2022.

Baca juga: Kelabui Kasir, Pria Gondol Rokok di Minimarket Makmur Baki Sukoharjo

Mereka diminta melakukan daftar ulang di sekolah pada 5 Juli-7 Juli 2022. Sementara hari pertama masuk sekolah direncanakan pada 11 Juli 2022. “Ini sesuai petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PPDB jenjang SMA di Jawa Tengah,” kata dia.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode